Tangani Lahan Kritis Dengan Budidaya Buah Naga, Kata Bupati Klungkung

Kita tentu tidak bisa memaksakan semua harus tanam buah naga. Tidak bagus juga kalau over supply.

Tangani Lahan Kritis Dengan Budidaya Buah Naga, Kata Bupati Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan rombongan Pemkab Klungkung ketika melihat budidaya buah naga di Pantai Pandan Sari, Desa Gading Sari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogjakarta, Minggu (29/1/2017). 

Dengan disusunnya kalender tersebut, diharapkan Pemkab dapat mengontrol harga komodoti cabai atau bawang dengan memaksimalkan persediaan petani lokal.

"Kita tentu tidak bisa memaksakan semua harus tanam buah naga. Tidak bagus juga kalau over supply dan ke mana akan dipasarkan. Jadi petani juga kita upayakan maksimalkan komoditi lain, seperti bawang atau cabai yang juga memungkinkan untuk ditanam di lahan kering," kata Suwirta.

Keseriusan Pemkab Klungkung untuk mengembangkan buah naga di Nusa Penida, dibuktikan dengan kunjungan rombongan Pemkab Klungkung ke Pantai Pandan Sari, Desa Gading Sari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/1/2017).

Dalam kunjungan itu, rombongan pemkab mendengar penjelaskan Teguh Iswanto, petani buah naga yang telah membudidayakan buah naga selama 4 tahun lebih.

Teguh Iswanto memberikan penjelasan tentang budi daya buah naga mulai dari pengolahan tanah hingga pemasarannya.

"Hasilnya cukup menggiurkan. Kita bisa panen setahun sekali dan 1 pohon menghasilkan 40 buah naga. Harga per kilogram-nya antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Bahkan buah naga yang kami kembangkan pemasarannya sampai ke Jakarta, Sumatera, dan Kalimantan," kata Teguh Iswanto. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved