Warga Lalang Pasek Geruduk Kejari Tabanan, Ini Tuntutannya!

Warga melalui enam perwakilan menemui Kajari Tabanan Atang Bawono didampingi Kasi Pidsus Ida Bagus Alit Ambara dan jaksa.

Warga Lalang Pasek Geruduk Kejari Tabanan, Ini Tuntutannya!
Tribun Bali/I Made Argawa
Warga Banjar Lalang Pasek mendatangi Kejari Tabanan pada Jumat (3/2/2017) pagi. Kedatangan mereka meminta kasus tersebut dihentikan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sekitar 50 warga masyarakat Banjar Lalang Pasek, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (3/1/2017) sekitar pukul 08.00 Wita mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan.

Mereka menyampaikan aspirasi terkait kasus dana hibah bansos pembangunan Bale Banjar Lalang Pasek tahun 2008.

Warga melalui enam perwakilan menemui Kajari Tabanan Atang Bawono didampingi Kasi Pidsus Ida Bagus Alit Ambara dan jaksa.

Mereka menyampaikan enam poin tuntutan di antaranya memohon agar Kejaksaan Negeri Tabanan menghentikan pengusutan terhadap kasus tersebut.

Kasus pembangunan tersebut sudah pernah diaudit oleh Bawasda (Badan Pengawas Daerah) bersama ketua panitia pembangunan yang diperkirakan menghabiskan dana kurang lebih Rp 360 juta.

Disebutkan dalam tuntuan warga, I Gede Tiasa yang saat itu menjadi ketua panitia sudah menyampaikan di hadapan rapat banjar dan seluruh warga banjar yang hadir termasuk I Gusti Ngurah Putra Sarjana yang sebelumnya pernah mendatangi Kejari Tabanan bersama enam rekannya dan meminta mengusut dalang intelektual kasus tersebut, dan mengatakan tidak keberatan.

Kelihan banjar adat I Nyoman Sukarya yang kini berstatus tersangka dan ditahan diberi wewenang penuh oleh warga banjar dalam mengelola keuangan banjar untuk pembangunan tahap satu.

"Artinya tidak ada satupun warga banjar yang mempersoalkannya, "ujar Korlip aksi tersebut, I Made Arianta kepada Kejari Tabanan .

Disebutkan juga pada pertemuan itu, sejak tahun 2008 sampai sekarang sudah tiga kali terjadi pergantian kelian banjar, tidak pernah ada dalam rapat banjar usulan untuk mempersoalkan pembangunan tersebut.

"Bahkan sudah ada keputusan dalam rapat banjar untuk menghentikan kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini I Wayan Sukaja dan Ketut Suwardiana, karena keduanya diberhentikan jadi anggota DPRD akibat berseberangan dengan induk partainya," jelasnya dalam pertemuan itu.

Halaman
12
Penulis: I Made Argawa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved