Breaking News:

Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Fitnah Pecalang, Jubir FPI Akan Praperadilankan Polda Bali?

Tim Kuasa Hukum Munarman, Fery Firman Wahyudi angkat bicara terkait status Munarman sebagai tersangka

Penulis: I Dewa Made Satya Parama
Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menunjukkan foto Juru Bicara FPI, Munarman, saat tiba di Mapolda Bali untuk jalani pemeriksaan sebagai saksi, Senin (30/1). tribun bali/i nyoman mahayasa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose telah membeberkan status Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman sebagai tersangka kasus dugaan fitnah terhadap pecalang, Selasa (7/2/2017).

Munarman akan dipanggil sebagai tersangka pada tanggal 10 Februari 2017 mendatang.

Terkait penetapan tersebut, Tim Kuasa Hukum Munarman, Fery Firman Wahyudi mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.

Saat disinggung terkait kemungkinan pihak kuasa hukum akan menempuh Pra Peradilan, Fery menjawab secara diplomatis.

Pihaknya akan melihat situasi kasus ini ke depannya sebelum menempuh jalur praperadilan.

“Kita lihat saja nanti,” tandas Fery.

Seperti diketahui, Polda Bali menyebut telah mengantongi alat bukti yang cukup sehingga menetapkan juru bicara Front Pembela Islam itu sebagai tersangka.

"Tanggal 10 (Februari) nanti Munarman akan dipanggil sebagai tersangka," ujar Irjen Petrus R. Golose, di sela-sela acara pengarahan terhadap Bhabinkamtibmas seluruh Bali di Gereja Lembah Pujian, Jalan Antasura, Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali, Selasa (7/2/2017).

Surat pemanggilan kepada Munarman akan dilayangkan kepada yang bersangkutan. 

Munarman akan diperiksa Polda Bali terkait kasus dugaan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang fitnah yang dilaporkan oleh warga Bali.

Sebuah video di YouTube yang diunggah Markaz Syariah berjudul 'FPI Datangi & Tegur Kompas Terkait Framing Berita Anti Syariat' menjadi bukti pelaporan di Polda Bali tersebut.

Munarman, dalam video itu, menyatakan rumah warga dilempari batu dan pecalang melarang salat Jumat.

Menurut pelapor dan sejumlah ormas di Bali, pernyataan Munarman tersebut adalah fitnah.

Atas pelaporan tersebut, Munarman mengaku mendengar informasi terkait hal itu dari berita yang ia baca. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved