Fintech Sentuh Masyarakat yang Tak Tersentuh Lembaga Keuangan Formal

Mereka umumnya menjangkau segmen masyarakat atau dunia usaha yang rata-rata belum tersentuh sektor keuangan formal.

Fintech Sentuh Masyarakat yang Tak Tersentuh Lembaga Keuangan Formal
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Bali, Zulfan Nukman 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, kian memudahkan segala transaksi dan kehidupan masyarakat.

Selain merambah dunia media, musik, dan film, melalui media online, musik dan film yang dapat diunduh dari internet, teknologi juga merambah layanan keuangan.

Sehingga muncullah istilah financial technology (Fintech), atau layanan teknologi keuangan berbasis digital.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Bali, Zulfan Nukman, menjelaskan, Fintech adalah berbagai inovasi yang menggabungkan fungsi Keuangan (financial) dengan teknologi.

“Pelaku usaha Fintech, umumnya disebut pelaku usaha rintisan (start-ups), yang berbekal ide kreatif dan inovatif, hadir memberi solusi alternatif atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa keuangan, mulai dari pembayaran, pengiriman uang, mendapatkan pinjaman, berbelanja dan berdagang (e-dagang), hingga berinvestasi,” jelasnya di kantor KPwBI Bali, Renon, Denpasar, Rabu (8/2/2017).

Pemain-pemain baru di bidang Fintech ini bertindak sebagai platform atau mediator yang memfasilitasi transaksi keuangan masyarakat, termasuk keputusan investasi dan alokasi aset dalam prosedur yang relatif sederhana.

Fasilitasi keuangan tersebut juga dilakukan melalui aplikasi algoritma robotik berbasis jaringan internet (network) yang padat teknologi dan cenderung lintas batas (borderless).

“Hal yang menarik dari perkembangan pelaku rintisan di bidang Fintech, adalah mereka umumnya menjangkau segmen masyarakat atau dunia usaha yang rata-rata belum tersentuh sektor keuangan formal, karena keterbatasan kapasitas jangkauan sektor keuangan formal, maupun karena tidak memenuhi kriteria-kriteria manajemen risiko yang dipersyaratkan secara baku oleh sektor keuangan formal,” imbuhnya.

Dengan demikian Fintech ini, diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangannya.

Lanjutnya, Fintech menyimpan potensi besar dalam ekonomi.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved