Begini Imbauan dan Penjelasan Wabup Bangli Terkait Bencana Tanah Longsor

Akibat bencana tanah longsor ini, sebanyak 12 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 7 rumah mengalami kerusakan

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta langsung terjun meninjau lokasi pengungsian korban tanah longsor di Desa Songan B, Kintamani, Bangli, Bali, Jumat (10/2/2017) siang.

Ia pun mengimbau kepada warganya agar menempati lokasi yang aman dari daerah bencana.

“Kita selaku pemerintah daerah menginginkan warganya tinggal di daerah aman yang jauh daripada bencana. Karena memang geografi kabupaten Bangli yang berbukit-bukit maka akan kami instruksikan warga agar tinggal di daerah yang aman,” tutur orang nomor dua di Kabupaten Bangli tersebut kepada media.

Ia menjelaskan jika lokasi tanah longsor tersebut merupakan perkebunan mereka bukan tempat tinggal asli mereka.

“Karena kita yakini bahwa sebenarnya yang sebagian besar ini adalah tinggalnya di daerah perkebunannya mereka sendiri. Atau di kebunnya bukan di rumah-rumah aslinya mereka di desa,” ungkap Nyoman Sedana.

Dan jika masih bersikukuh tinggal di dekat daerah rawan bencana, pihak Pemda akan melakukan pendekatan persuasif yang dilakukan semua komponen mengenai bahayanya tinggal di daerah rawan bencana untuk bisa pindah ke tempat yang aman.

Akibat bencana tanah longsor ini, sebanyak 12 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 7 rumah mengalami kerusakan.

Saat ini para korban tanah longsor tersebut menempati tenda darurat yang dibangun oleh BPBD Provinsi Bali untuk tinggal sementara.

Bantuan logistik berupa sembako dari BPBD, PMI dan instansi terkait lainnya sudah dikirimkan ke lokasi pengungsian.

Dapur umum darurat pun dibangun untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka selama beberapa hari kedepan.(*) 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved