Kadis Lingkungan Hidup Bali Sebut Ini Masalah Lingkungan Penyebab Longsor
Ia pun mengatakan, contohnya biasanya pohon dadap dan pohon pinus, tetapi telah beralih fungsi menjadi pohon kol, strawberry, dan lainnya.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemprov Bali, Gede Suarjana mengatakan bahwa beberapa masalah lingkungan yang mengakibatkan longsor di beberapa titik di Bali akibat adanya beberapa tanaman sudah ditanam tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Misalnya untuk daerah miring kan seharusnya tanaman yang keras, yang bisa meresap air dan menjaga tanah tetap keras,” jelasnya selepas Simakrama Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (11/2/2017).
Ia pun mengatakan, contohnya biasanya pohon dadap dan pohon pinus, tetapi telah beralih fungsi menjadi pohon kol, strawberry, dan lainnya.
“Yang di daerah dengan kemiringan tinggi kan biasanya pohon dadap, pinus. Itu diganti menjadi pohon kol, strawberry, yang tidak memiliki daya cengkram ke tanah yang kuat,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/longsor-songan_20170211_105854.jpg)