Tes Kejelian, Temukan 12 Tentara Inggris di Foto Ini

Foto di atas diambil di satu sudut hutan di Brunei Darussalam. Sekilas yang terlihat dalam foto itu hanya pepohonan hutan.

Facebook/The Army in London/Mirror
Dalam foto ini ke-12 anggota resimen Household Cavalry melakukan kamuflase dengan sangat baik sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang. 

TRIBUN-BALI.COM, BANDAR SERI BEGAWAN - Foto di atas diambil di satu sudut hutan di Brunei Darussalam.

Sekilas yang terlihat dalam foto itu hanya pepohonan hutan.

Namun, percayakah Anda jika di dalam foto itu, terdapat 12 orang prajurit anggota resimen Household Cavalry, kesatuan elit AD Inggris yang tengah berlatih dan membaur dengan kondisi alam sekitarnya?

Begitu bagusnya cara mereka berkamuflase sehingga sulit bagi orang awam untuk menemukan ke-12 tentara itu.

Foto itu diunggah ke media sosial untuk memperlihatkan kemampuan mereka saat melakukan latihan pengintaian target jarak dekat (close target reconnaisance)

"Informasi intelijen yang diperoleh dari seni yang kompleks dan mematikan ini akan menentukan kesuksesan AD Inggris dalam pertempuran," demikian keterangan yang mengikuti foto itu.

 "Household Cavalry tengah mengasah kemampuan vital ini di hutan Brunei yang bisa saja menyelamatkan nyawa dalam sebuah operasi di masa depan."

Para pengguna media sosial banyak yang berusaha keras menemukan ke-12 tentara itu.

Beberapa bisa menemukan delapan orang setelah cukup lama mengamati, sebagian besar tak menemukan satu pun.

Resimen Household Cavalry saat ini menggunakan kemampuan mereka dalam berbagai medan perang seperti di Afganistan, Irak, Bosnia, Kosovo, Irlandia Utara, Kepulauan Falkland, dan di dalam negeri. (Ervan Hardoko/Mirror)


Bagian yang dilingkari merupakan posisi ke-12 prajurit resimen Household Cavalry AD Inggris yang sedang berlatih di hutan Brunei. (Facebook/The Army in London/Mirror)
Bagian yang dilingkari merupakan posisi ke-12 prajurit resimen Household Cavalry AD Inggris yang sedang berlatih di hutan Brunei. (Facebook/The Army in London/Mirror) ()
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved