Longsor Makan Korban di Bangli

Bayi Tanpa Nama Menangis dalam Pelukan Kakeknya yang Tewas Kini Bernama Gede Selamet

Terlihat, ruang inap di bagian anak kamar Nusa Indah itu sampai kehabisan tempat untuk menampung bantuan.

Bayi Tanpa Nama Menangis dalam Pelukan Kakeknya yang Tewas Kini Bernama Gede Selamet
Tribun Bali/Komang Agus Ruspawan
Bayi selamat ini kini diberi nama Gede Selamet 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kakak-beradik, yakni I Wayan Budiana (17) dan Ni Komang Tristasari (14), luput dari perhatian dermawan, dan terlihat kesepian. Orangtua mereka sudah tiada akibat tertimbun longsor yang terjadi pada Jumat (10/2/2017) dini hari itu.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Budiana dan adiknya Tristasari merupakan warga Banjar Bantas, Desa Songan B, yang merupakan satu dari empat banjar di Kecamatan Kintamani yang diterjang tanah longsor pada pukul 01.00 Wita tanggal 10 Februari lalu.

Baca: Kakak-Adik Yatim Piatu Ini Luput dari Donatur, Kedua Orangtuanya Tewas Tertimbun Longsor

Saat kejadian, kedua bersaudara ini tidur dalam kamar yang sama.

Sedangkan orangtuanya, I Gede Sentana (40) dan Ni Luh Bunga serta anak nomor dua mereka, Kadek (20), tidur bersama di kamar yang lain.

Dalam musibah itu, mereka bertiga tewas di tempat.

Sementara Budiana mengalami luka di sekujur tubuhnya, dan patah tulang paha kanan.

Sedangkan adiknya Tristasari selamat tapi mengalami trauma.

Keduanya pun dirawat intensif saat tiba di RSUD Bangli.

Kemarin, Budiana masih mengalami perawatan intensif, namun adiknya Tristasari sudah jauh membaik.

Halaman
1234
Penulis: Komang Agus Ruspawan
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved