Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Diprediksi Ketat, Suara Pendukung Agus-Sylvi Bakal Jadi Rebutan

Tidak ada kampanye menemui masyarakat apalagi mengumpulkan massa."Penyebaran alat peraga kampanye juga tidak ada, itu kan kampanye juga," ujarnya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pasagan Cagub dan Cawagub nomor 2 Ahok-Djarot meyampaikan pidato kepada pendukungnya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2). 

TRIBUN-BALI.COM - Tahapan putaran kedua yang dimulai 4 Maret 2017 bakal lebih singkat dibanding pertama.

Tidak ada kampanye di putaran kedua.

Baca: Ahok Tak Pikirkan Strategi Putaran I, Anies Kemungkinan Rangkul Agus

Komisioner KPU DKI Sidik mengatakan, kampanye pada tahapan kedua yang akan digelar pada 6-15 April, sifatnya adalah penajaman visi misi dalam sekali debat.

Tidak ada kampanye menemui masyarakat apalagi mengumpulkan massa.

"Penyebaran alat peraga kampanye juga tidak ada, itu kan kampanye juga," ujarnya.

Karena tidak ada kampanye, maka jika petahana lolos putaran kedua, tidak perlu lagi cuti seperti pada putaran pertama. "Enggak ada cuti," imbuhnya.

KPU DKI juga tidak akan melakukan pemutakhiran daftar pemilih. Sumbernya tetap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang jumlahnya 7,1 juta, ditambah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yaitu mereka yang kemarin memilih menggunakan e-KTP atau Surat Keterangan.

"Jadi nanti ditambahkan dengan yang pakai suket atau e-KTP," ucapnya.

Sesuai jadwal, pemungutan dan penghitungan suara putaran kedua akan digelar 19 April 2017.

Dilanjutkan rekapitulasi suara pada 20 April sampai 1 Mei 2017.

Diprediksi Ketat

Sejumlah lembaga survei memprediksi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung ketat.

Sebanyak 17 persen suara pasangan Agus-Sylvi bakal menjadi rebutan oleh pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

 "Suara pendukung Agus-Sylvi ini bakal menjadi rebutan," ujar Manager Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Rudi Ruswandi, saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, kemarin.

 Rudi mengatakan, suara 17 persen itu dapat ke paslon nomor dua ataupun nomor tiga. Namun hal itu tergantung kerja politik dari kedua tim.

"Jika mereka mampu mengambil simpati dan hati 17 persen itu maka bakal sukses," katanya.

Sementara Direktur Indomatrik, Husen Yazid, mengatakan keunggulan Ahok-Djarot sangat tipis dan merata di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta.

Menurutnya, performa dan kecerdasan pasangan Anies-Sandi yang sangat mumpuni dan meyakinkan berhasil mengimbangi petahana.

 "Saya memprediksi persaingan pada putaran kedua akan sangat super ketat. Anies-Sandi punya modal yang cukup untuk mengalahkan petahana," katanya.

 Apalagi, kata Husen, selama tiga kali debat digelar Anies-Sandi tampak menguasai panggung dan berhasil mengeksplorasi kebobrokan Pemprov DKI selama dipimpin Ahok-Djarot.

 "Jadi, di putaran kedua akan semakin ketat dan seru, di sinilah rasionalitas pemilih Jakarta akan betul-betul diuji," tandasnya. (tribunnews/kps/dtc)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved