KUPVA BB di Bali Harus Berizin, Ini Syaratnya!

Jika tidak, BI bersama aparat akan bertindak tegas, baik melalui cara persuasif maupun hingga pencabutan izin usaha.

KUPVA BB di Bali Harus Berizin, Ini Syaratnya!
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ciri-ciri KUPVA BB Berizin 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, menegaskan kegiatan usaha valuta asing bukan bank (Kupva BB) di Bali harus memiliki izin.

Sehingga bisa beroperasi dengan legalitas yang lengkap.

Jika tidak, BI bersama aparat akan bertindak tegas, baik melalui cara persuasif maupun hingga pencabutan izin usaha.

“Hal ini pun telah dikerjasamakan dengan bendesa adat, salah satunya di Kuta, Bali, untuk ikut mengawasi KUPVA BB di wilayahnya,” ujar pria yang akrab disapa Cik ini, Rabu (22/2/2017).

Lanjutnya, ada beberapa persyaratan menjadi KUPVA BB.

Pertama memiliki badan hukum dalam bentuk perseroan terbatas (PT).

Kemudian saham seluruhnya dimiliki oleh WNI dan atau badan usaha yang seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI.

“Maksud dan tujuan pendirian PT dalam anggaran dasar (AD) terbatas untuk melakukan jual beli uang kertas asing (UKA) dan pembelian cek pelawat,” katanya.

Modal disetor sebesar Rp 250 juta untuk wilayah DKI Jakarta, Denpasar, Kabupaten Badung, serta Batam.

Dan Rp 100 juta untuk wilayah lainnya.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved