Melarat di Pulau Surga

Rumah Kadek Sandiarta di Desa Alas Angker Nyaris Roboh, Rumah Satu Kamar Dihuni 6 Orang

Lebih parah lagi, rumah berukuran kecil dengan 1 kamar tidur itu ditempati oleh Kadek dengan istrinya Luh Winangsih dan 3 orang anaknya yakni

Rumah Kadek Sandiarta di Desa Alas Angker Nyaris Roboh, Rumah Satu Kamar Dihuni 6 Orang
Istimewa
Rumah Kadek Sandiarta bersama keluarga di Banjar Dinas Pendem, Desa Alas Angker, Buleleng, Sabtu (25/2/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berita tentang keadaan Kadek Sandiarta beserta keluarganya yang kurang mampu di media cetak direspon Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Melalui Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Pastika mengirimkan tim untuk memberikan bantuan guna meringankan beban keluarga tersebut.

Tim Humas yang langsung menyambangi rumahnya di Banjar Dinas Pendem,  Desa Alas Angker,  Buleleng, Bali, pada hari Sabtu (25/2/2017) mendapati rumah Kadek Sandiarta yang nyaris roboh dan atapnya terlihat bocor di sana-sini, bahkan lantainya yg terbuat dari tanah sudah tidak rata lagi. 

Lebih parah lagi, rumah berukuran kecil dengan 1 kamar tidur itu ditempati oleh Kadek dengan istrinya Luh Winangsih dan 3 orang anaknya yakni Putu Febriani (9), Kadek Eka Rismayani (8)  dan Komang Ari Swastawan (5)  serta ayah dari Kadek Sandiarta yang sudah renta. 

Sedangkan untuk fasilitas masak memasak,  keluarga tersebut memanfaatkan teras rumahnya dan untuk MCK mereka harus pergi ke sungai karena di rumah tersebut tidak tersedia kamar mandi. 

Dalam kesempatan itu,  Kadek Sandiarta menjelaskan bahwa ia dan keluarganya sudah tinggal di rumah tersebut selama hampir 10 tahun.

Untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari, Sandiarta hanya mengandalkan hasil dari bekerja serabutan seperti membantu warga untuk  memetong kayu ataupun menggarap lahan milik warga sekitar,  dengan rata-rata  penghasilan sebulannya tidak lebih dari Rp  500.000. 

"Dengan hasil yang tidak menentu itu sy harus membiayai bekal Febri dan Eka sekolah serta makan sehari-hari,  untuk itu dengan keadaan  susah seperti ini kami sekeluarga kadang-kadang tidak makan atau hanya makan 1 kali sehari,"  ujarnya. 

Ia berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Daerah,  terutama untuk bedah rumah agar Ia dan keluarganya bisa tinggal ditempat yang layak. 

Sementara itu, Perbekel Desa Alas Angker, Wayan Sitama yang didampingi Kelian Dinas Banjar Pendem Wayan Budiasa
menyatakan keluarga Kadek Sandiarta memang tercatat sebagai KK Miskin dan sudah didaftarkan sebagai warga penerima bantuan bedah rumah.

Pihaknya beberapa hari yang lalu,  sudah melakukan verifikasi ke Dinas Sosial Provinsi Bali terkait pengajuan bedah rumah dan dalam waktu dekat rumah Kadek Sandiarta serta 4 KK miskin lainnya yg berasal dari Desa Alas Angker akan segera dibedah.

Lebih lanjut,  Wayan Sitama mengungkapkan bahwa secara keseluruhan dari 1.700 KK,  jumlah KK Miskin yang ada di Desanya adalah 607 KK dan sampai saat ini pihak terus mengupayakan pengentasan kemiskinan bagi warganya,  dengan penguatan-penguatan bantuan kemiskinan yang sudah dikucurkan oleh Pemprov Bali seperti Gerbangsadu dan Simantri. 

Terkait dengan bantuan yang diberikan oleh Gubernur Bali,  pihaknya mengucapkan terimakasih atas seluruh perhatian yang telah diberikan untuk Desanya,  dan pihaknya akan berusaha secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Desanya sehingga jumlah KK miskin dapat berkurang secara bertahap.

Dalam kesempatan itu,  tim Biro Humas menyerahkan bantuan cepat  berupa beras dan uang tunai. Untuk bantuan berikutnya pihaknya akan koordinasikan lebih lanjut kepada Dinas terkait, yaitu Dinas Sosial Prov Bali. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved