Wija: Ini Kekhawatiran Pihak RS yang Karyawannya Melamar ke RS Bali Mandara

Parta berpendapat, sebetulnya sah-sah saja seseorang melamar kerja ke tempat lain.

Wija: Ini Kekhawatiran Pihak RS yang Karyawannya Melamar ke RS Bali Mandara
Tribun Bali
bali mandara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta mengatakan, kasus pemaksaan pengunduran diri oleh pihak RS swasta kepada pegawainya yang melamar ke RS Bali Mandara tak hanya terjadi di satu RS swasta.

Tetapi juga hampir semua RS swasta di Bali.

Baca: Dicurhati Kena PHK karena Melamar di RS Bali Mandara, Ini Jawaban Disnaker Bali

“Semua RS swasta melakukan begitu, baik yang ada di Denpasar maupun luar Denpasar. Bahkan saya dengar, sebuah RS swasta di Gianyar sampai meminta lebih 100 pegawainya untuk mundur karena diketahui melamar ke RS Bali Mandara. Pilihannya cuma dua, mau melanjutkan kerja di RS itu dengan catatan gaji dipotong 50 persen atau mau berhenti,” kata Parta melalui telepon.

Parta berpendapat, sebetulnya sah-sah saja seseorang melamar kerja ke tempat lain.

Sepanjang dia mengikuti prosedur dan tidak mengganggu urusan pekerjaan, maka seharusnya mereka tidak dipecat hanya gara-gara melamar kerja di tempat lain.

Ia mengatakan, DPRD Bali setuju dengan rencana Disnaker dan Dinkes Bali untuk mengundang para direktur RS-RS swasta di Bali.

Ia berharap para pekerja yang sudah diberhentikan atau dipaksa mundur untuk dapat dipekerjakan kembali.

Menurut Kadisnaker dan ESDM Pemprov Bali, Ketut Wija, pihaknya juga telah  menerima banyak keluhan dari beberapa dokter dan tenaga medis di beberapa RS di Bali yang dikondisikan untuk mundur setelah ketahuan lulus seleksi administrasi di RS Bali Mandara.

“Mereka dipanggil manajemen dan diminta untuk memilih apakah mengundurkan diri atau memilih tetap di RS itu,” kata Wija.

Halaman
12
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved