Penjaga Rental PS di Tabanan Ini Nyambi Jual Pil Koplo

Pelaku menjual per-paket seharga Rp 30 ribu. Saat dilakukan penangkapan didapati sepuluh paket. Setiap paket berisi 10 butir pil koplo.

Penjaga Rental PS di Tabanan Ini Nyambi Jual Pil Koplo
Tribun Bali/I Made Argawa
Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto (tengah) menggelar rilis kasus pengungkapan penjualan pil koplo oleh penjaga tempat permainan play station, di Tabanan, Rabu (1/3/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dengan wajah ditutup cadar warna hitam, SR (26) digiring oleh petugas Polres Tabanan. Pria asal Dusun Pacuan, RT/RW: 002/003, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ditangkap oleh jajaran Polsek Kota Tabanan, di penyewaan (rental) permainan Play Station (PS) Jalan Rajawali, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali, Senin (27/2/2017) sekitar pukul 14.00 Wita, karena menjual obat daftar G jenis Trihexphenidyl tanpa izin atau biasa disebut pil koplo.

"Pelaku menjual per-paket seharga Rp 30 ribu. Saat dilakukan penangkapan didapati sepuluh paket. Setiap paket berisi 10 butir pil koplo," kata Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto, Rabu (1/3/2017).

Dalam rilis dilakukan di Mapolres Tabanan, AKBP Marsdianto menyebutkan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus itu, karena pengakuan dari tersangka SR pil koplo tersebut bukanlah miliknya, tapi milik bosnya yang juga pemilik tempat penyewaan play station.

Dalam penangkapan tersangka juga turut disita barang bukti uang tunai Rp 850 ribu yang diduga hasil penjualan pil koplo.

"Masih kami kembangkan, karena tersangka mengatakan pil koplo bukan miliknya, tapi milik bosnya," jelasnya.

SR mengatakan, dirinya mengetahui disuruh menjual obat-obatan tanpa izin oleh bosnya yang berinisial DP.
Namun, dengan alasan disuruh atasan, dirinya menurut saja.

"Karena cuma disuruh jual saja, saya nurut. Saya tidak dapat uang dari jualan pil itu," ujarnya.

SR menyebutkan, rata-rata pelanggan pil koplo yang dijualnya berasal dari kalangan yang sudah bekerja.

Tersangka dijerat dengan pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp 1,5 miliar. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved