Ditinggal melayat, Ini Yang Terjadi di Rumah Ni Wayan Wardi!

Beserta kedua anaknya, Wardi pergi meninggalkan rumah, untuk melayat di rumah tetangga

Ditinggal melayat, Ini Yang Terjadi di Rumah Ni Wayan Wardi!
Istimewa
Suasana kediaman Ni Wayan Wardi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Nasib malang menimpa Ni Wayan Wardi.

Pasalnya wanita 40 tahun asal Desa Daup, Kintamani itu mengalami musibah kebakaran rumah saat dirinya tengah melayat kerumah tetangga pada hari Rabu (1/3/2017) pukul 19.30 Wita.

Kapolsek Kintamani, Kompol Gede Sumena pada hari Kamis (2/3/2017) menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat Wardi tengah melakukan sembahyang sore dirumahnya.

"Saat itu korban tengah melakukan sembahyang sore dirumahnya dengan mengaturkan dupa dan canang di plangkiran yang letaknya diatas kasur," ujarnya.

Sumena melanjutkan, setelah melalukan sembahyang sore, Wardi lalai mengecek dupa yang dipakainya untuk sembahyang.

Beserta kedua anaknya, Wardi pergi meninggalkan rumah, untuk melayat di rumah tetangga.

"Tanpa menunggu dupa mati, korban beserta 2 orang anaknya pergi keluar rumah untuk melayat ke tetangga yang meninggal," tutur Sumena.

Pada pukul 22.00 wita, seorang tetangga sebelah rumah yang bernama Ni Wayan Tampa (42) melihat kepulan asap dari belakang rumahnya, dan setelah dicek, ternyata rumah Wayan Wardi sudah terbakar.

"Rumah yang ditinggal dalam keadaan kosong tersebut ditemukan oleh tetangga korban telah terbakar, dia pun segera memanggil tetangga untuk membantu memadamkan api," ujar Sumena.

Sumena menuturkan, saat timnya mendatangi lokasi api telah berhasil dipadamkan oleh warga.

Dan setelah dilakukan interogasi kepada para saksi, diketahui bahwa penyebab kebakaran adalah dupa yang dipakai sembahyang dalam posisi hidup jatuh ke tempat tidur sehingga menyebabkan kebakaran.

"Dari interogasi para saksi, penyebab kebakaran adalah dupa yang dipakai sembahyang oleh korban masih hidup dan jatuh le tempat tidur korban. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp. 150 Juta," ujar Sumena.(*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved