Berita Banyuwangi
Penggiat Pertanian Dari 8 Negara Bertukar Pengetahuan dengan Petani Banyuwangi
Selama empat hari, mereka membuat kelas di rumah-rumah petani, berdiskusi terkait manajemen pertanian, dan turun lapangan
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pelaku pertanian dari delapan negara berbagi pengetahuan di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, mulai 28 Februari hingga 2 Maret 2017. Kegiatan ini digelar dalam program bertajuk Promoting Organisations that Work to Empower Rice Farmers (Power).
Mereka merupakan 14 karyawan dari John Deere, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. John Deere sendiri telah memiliki ikatan kerjasama dengan Mercy Corps Indonesia dan Kabupaten Banyuwangi.
Selain dari Indonesia, sebagian dari mereka juga berasal dari Singapura, Thailand, Malaysia, India, Amerika Serikat, Inggris, dan Austria.
Selama empat hari, mereka membuat kelas di rumah-rumah petani, berdiskusi terkait manajemen pertanian, dan turun lapangan.
Andi Ikhwan, Direktur Program Pertanian dan Layanan Keuangan Mercy Corps mengatakan, Banyuwangi dipilih karena merupakan salah satu kabupaten penghasil beras terbesar di Jawa Timur.
Para volunteer dari delapan negara tersebut, memberikan pelatihan tentang manajemen keuangan, promosi, pemasaran, serta mekanisasi dan peralatan pertanian pada petani.
Hanya terdapat empat lokasi yang menjadi tempat programPower tahun ini. Selain Banyuwangi, kegiatan ini digelar di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Subang.
Mekanisme Power, menggunakan skema kerjasama yang terintegrasi dengan melibatkan perusahaan input pertanian, lembaga keuangan mikro, serta pembeli hasil panen.
"Hasil dari kegiatan ini, akan digunakan untuk menyempurnakan pelaksaan program Power, di Banyuwangi serta daerah lainnya. Ini untuk memperkuat kapasitas kelembagaan petani, sehingga mampu menyediakan pelayanan yang lengkap dan dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan petani padi," kata Andi.
Banyuwangi selama ini memang dikenal sebagai lumbung padi nasional. Menurut Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan, luas tanam padi masyarakat sampai dengan pertengahan Februari sebesar 54.515 hektar. Dari luas itu 16.351 hektar telah panen dengan produksi gabah sebanyak 111.549 ton.
"Tahun ini panen raya padi bulan Maret-April dan Juli Agustus mendatang,” kata Arief.
Arief mengatakan, surplus beras Banyuwangi cukup tinggi. Pada tahun 2016 lalu jumlah produksi beras Banyuwangi sebanyak 790.623 ton gabah atau setara 499.673 ton beras. Sedangkan jumlah konsumsi masyarakat 143.710 ton.
"Surplusnya mencapai 300 ribu ton lebih, sebagiannya dibawa keluar Banyuwangi,” kata Arief.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/banyuwangi_20170302_174202.jpg)