Breaking News:

Raja Arab Saudi Liburan ke Bali

Wisata Bali Siap Terima Kunjungan Raja Salman, ‘Bali Terkenal Toleran, Patung Tak Ada Ditutupi’

Tari pendet ini dipilih karena dalam tarian ini ada prosesi penaburan bunga yang tidak ada di tarian lainnya.

Tribun Bali/Istimewa
Uluwatu menjadi satu dari tujuan wisata Rombongan Raja Salman di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, akan mengenakan pakaian adat Bali untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud ke Bali.

Pakaian adat Bali dipilih untuk menunjukkan bahwa Raja Salman telah sampai di Bali dan memperlihatkan identitas budaya Bali di depan Raja Salman.

Baca: 35 Penerbangan Terdampak Raja Salman saat Mendarat di Bali, Ini Rinciannya!

“Nanti yang akan jemput Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan Menteri Pariwisata,” kata Pastika di depan kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/3/2017).

Pastika akan memakai pakaian adat seperti biasanya, tanpa menggunakan keris.

“Beliau (Raja Salman) kan pakai pakaian adat Arab, saya pakai pakaian adat Bali biar jelas begitu loh. Pakaian adat biasa saja, ga mewah-mewah sampai pakai keris," ujarnya.

Rombongan Raja Salman akan disambut dengan tarian pendet.

Tari pendet ini dipilih karena dalam tarian ini ada prosesi penaburan bunga yang tidak ada di tarian lainnya.

"Nanti akan disambut di airport dengan tarian pendet. Penarinya 50 orang, rata-rata anak SD,” jelasnya.

Pastika mengaku hingga kemarin belum mengetahui ke mana rencana Raja Salman selama liburan di Bali, selain akan ke hotel masing-masing.

Namun ia memastikan destinasi wisata Bali akan siap di mana pun Raja Salman akan berkunjung.

Terkait kebijakan untuk menutup patung-patung di Bali, Pastikan menegaskan tidak ada.

Patung-patung tidak ada yang ditutupi pakai kain atau pohon di sepanjang perjalanan destinasi Raja Salman.

"Bali kan terkenal nyaman, aman, toleran, jadi Bali biarkan seperti apa adanya. Ga ada ditutup (patung-patungnya),” ujarnya.

Ketua Listibia Provinsi Bali, Prof Made Bandem, yang ditemui di depan kantor Gubernur Bali selepas audiensi dengan Gubernur Pastika juga mengatakan bahwa tarian pendet ini sedang dipersiapkan oleh Dinas Kebudayaan Pemprov Bali. Ia mengatakan pendet massal ini akan ditarikan oleh anak-anak berusia 12 sampai 13 tahun.

Adapun Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Mahendra, mengatakan mobil penjemput akan langsung masuk ke areal Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan tidak ada rombongan ke VIP room. (*)

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved