Masyarakat Pesisir Badung Akan Daur Ulang Limbah Ikan

Blue Economy adalah bagaimana meningkatkan kawasan minapolitan menjadi basis bisnis untuk masyarakat pesisir.

Masyarakat Pesisir Badung Akan Daur Ulang Limbah Ikan
TRIBUN BALI/EDI SUWIKNYO
Pantai Pandawa terlihat dipadati turis asing dan lokal. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Bali, mengintensifkan program "Blue Economy" atau mendaur ulang limbah ikan untuk menjadi nilai tambah pendapatan masyarakat pesisir (nelayan) di daerah itu.

"Kami telah memprogramkan kawasan `Blue Economy` sejak Tahun 2016 dan saat ini sedang kami galakkan kembali," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Made Badra di Mangupura, Badung, Bali, Sabtu (4/3/2017).

Menurut dia, "Blue Economy" adalah bagaimana meningkatkan kawasan minapolitan menjadi basis bisnis untuk masyarakat pesisir, di mana pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan dermaga yang representatif dan membuat pantai menjadi indah.

Selain itu, konsep "Blue Economy" ini mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste) dan diolah lebih baik, sehingga mencegah ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel).

"Upaya ini akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan serta mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan," ujarnya.

Ia juga mengakui, pemerintah juga membantu menyediakan sarana dan prasarana untuk pengolahan limbah itu kepada masing-masing kelompok nelayan dan kelompok pemasar dengan nominal Rp 60 juta per kelompok pengolah tersebut.

Badra mengakui, sudah ada enam kelompok nelayan yang melakukan pengolahan atau daur ulang limbah ikan ini dan sudah beroperasional dengan baik di Badung, seperti pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa, Desa Kutuh.

Selain itu, ada kelompok pemindangan ikan di Abiansemal, kelompok daur ulang kerang di Desa Tuban dan pengolahan biji mangrove di Jimbaran.

"Kalau mereka ada rumah kemasan untuk pengelolaan limbah daur ulang itu, kami juga bantu untuk penguatan permodalannya," katanya.

Namun, apabila kelompok nelayan itu memerlukan almari pendingin (freezer) pemerintah siap membantu sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved