Selama Jadi Buronan, Imron Hidup Berpindah-pindah Sebelum Menetap di Bali

"Selama pelarian, memang ada perasaan waswas. Enggak tenang," kata Imron.

TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Agus Imron alias Butong (25) tertatih dibawa petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung usai keluar dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Sabtu (4/3/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Agus Imron alias Butong (25) dan Ade Irawan alias Juse (28) menjadi buronan selama kurang lebih enam bulan.

Keduanya terlibat aksi pengeroyokan terhadap Raka Jatnika (20) di kafe Bucharest, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Jawa Barat, September 2016.

Baca: Jadi Buronan Polrestabes Bandung, Imron Diringkus di Jimbaran

Butong menceritakan kisah pelariannya. Usai menganiaya Raka bersama sembilan rekannya, ia langsung kabur ke Tasikmalaya. Beberapa hari di sana ia kabur lagi ke Yogyakarta.

"Di Yogyakarta, saya kerja jadi kuli antar minuman galon," ujar Butong kepada Tribun Jabar sambil menahan sakit lantaran kaki kirinya dilumpuhkan petugas.

Beberapa bulan di Yogyakarta, Butong  kemudian pindah lagi ke Bali. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari di Bali, ia  bekerja di salah satu toko binatu.

"Selama pelarian, memang ada perasaan waswas. Enggak tenang," kata dia.

Butong sempat ingin menyerahkan diri ke polisi. Belum sempat menyerahkan diri, ia ditangkap lebih dulu oleh petugas Sat Reskrim Polrestabes Bandung di Jimbaran, Bali, Selasa (28/2/2017).

Butong dan Ade tertatih-tatih saat keluar dari pintu domestik Bandara Husein Sastranegara. Selain menangkap Butong dan Juse, petugas lebih dahulu menangkap Pebby Riana alias Pedro (23) dan Ershad Hardiaman alias Ershad (30). (*)

Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved