Menjelang Pengerupukan, Ogoh-ogoh Mini Mulai Ramaikan Denpasar

Suasana Nyepi pun mulai terasa. Di sejumlah titik di wilayah Denpasar mulai marak sejumlah pedagang menjajakan ogoh-ogoh berukuran kecil.

Menjelang Pengerupukan, Ogoh-ogoh Mini Mulai Ramaikan Denpasar
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Miniatur ogoh-ogoh sudah ramai diperdagangkan di Sempidi, Rabu (15/2/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu akan merayakan hari Raya Nyepi Tahun baru Caka 1939 pada Selasa (28/3/2017) mendatang.

Di Bali, suasana Nyepi pun mulai terasa. Di sejumlah titik di wilayah Denpasar dan sekitarnya, mulai marak sejumlah pedagang menjajakan ogoh-ogoh berukuran kecil (mini).

Wayan Sartini (60) adalah satu di antara sekian banyak penjual ogoh-ogoh mini.

Di tokonya yang terletak di Jalan WR Supratman Denpasar sehari-hari memang menjual beragam barang – barang kebutuhan upacara agama Hindu. Seperti janur, kelapa, tedung (payung khas Bali), bokor, dulang, kain poleng (kotak-kotak), tikar, dan berbagai keperluannya lainnya.

Khusus jelang Hari raya Nyepi, Sartini juga menjajakan ogoh-ogoh mini.

Tapi ogoh-ogoh mini tersebut bukan merupakan sarana perlengkapan upacara, hanya sebagai bingkisan atau mainan untuk anak-anak dan wisatawan.

Berbeda dengan ogoh-ogoh yang sering dgunakan untuk keperluan hari Raya Nyepi yang berukuran besar dan akan diarak pada malam sebelum hari Nyepi atau dikenal dengan malam pengerupukan.

“Saya jualan ogoh-ogoh ini mulai 1 maret lalu, sejak 4 tahun lalu bgitu, sebulan sebelum nyepi sudah jualan ogoh-ogoh kecil,” kata Sartini.

Menurut dia, pada minggu pertama dan kedua berjualan dirinya bisa menjual 3 sampai 5 ogoh-ogoh berbagai ukuran tiap hari. Harga ogoh-ogoh mini tersebut dijual sesuai ukuran. Untuk ogoh-ogoh berukuran 40 sampai 60 cm dijual dengan harga Rp 50.000. Sedangkan yang berukuran 1 meter dijual dengan harga Rp 200.000 – Rp 300.000.

“Kalau yang ukuran kecil untuknya sedikit paling hanya Rp 10.000 atau Rp 20.000, kalau yang ukuran besar untuknya besar juga,” kata Sartini.

Ogoh-ogoh tersebut diperoleh Sartini dari perajin di Kecamatan Sidemen, Kabupten Karangasem, Bali.

Menjelang Nyepi, biasanya para perajin datang menitipkan ogoh-ogoh mini tersebut ke toko milik Sartini.

Dengan hanya bantu menjualkan Sartini mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan. Dalam sebulan bisa mengantungi keuntungan Rp 3 juta - Rp 4 juta.

“Ya lumayan buat nambah-nambah apalagi hanya dititip di sini, kalau bikin sendiri kan susah caranya,” kata Sartini. (Robinson Gamar)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved