Breaking News:

Mapag Kajeng Kliwon, Ibunya Sempat Melarang tapi Wijaya Tetap Pergi ke Air Terjun Tegenungan

Mendengar kabar meninggalnya Gde Arsa Kusuma Wijaya, para penghuni rumah, terutama ibunda Wijaya, sangat terpukul.

Tribun Bali/Fauzan Al Jundi
Suasanya duka di Rumah Gde Rai Wijaya, keluarga kumpul dirumahnya, kakek Astika berdiri (kiri), Rabu (15/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Fauzan Al Jundi

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Suasana haru sangat terasa di rumah orangtua almarhum I Gede Arsa Kusuma Wijaya (14), siswa kelas 2 SMPN 1 Kuta yang tewas terhisap pusaran air di kolam air terjun Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali, Rabu (15/3/2017).

Mendengar kabar meninggalnya Gde Arsa Kusuma Wijaya, para penghuni rumah, terutama ibunda Wijaya, sangat terpukul.

Baca: Anak Ketiga Camat Kuta Tewas Tersedot Pusaran di Air Terjun Tegenungan, Rai Terus Menangis

Baca: Inikah Takdir? Remaja Penolong Tewas saat Tolong Teman, Ternyata Sudah Ada Firasat ‘Barang Hilang’

Baca: Bahaya Pusaran Air Terjun Tegenungan Berputar ke Dalam, Kenali Medan Sebelum Mandi!

Menurut Gede Astika, kakeknya Wijaya, hingga tadi malam sang ibu masih pingsan, dan tidak bisa diganggu karena masih sangat terpukul atas insiden tersebut.

Menurut Astika, Wijaya biasa memanfaatkan hari liburnya untuk jalan-jalan ke tempat-tempat yang tak jauh dari rumahnya, di sekitar Kuta.

Tapi kemarin tumben Wijaya jalan-jalan jauh.

"Pukul 05.30 Wita, dia cuci sepeda motor. Lalu saya tanya ngapain cuci sepeda motor pagi-pagi, dia menjawab `ya supaya bersih`," kata Gede Astika saat ditemui Tribun Bali, Rabu (15/3/2017) malam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved