Hari Raya Nyepi

CATAT Tanggalnya! PHDI Bali Tetapkan Tiga Hari Gelar Ritual Melasti

Masing-masing desa pekraman dapat memilih salah satu dari tiga hari baik yang telah ditetapkan untuk melaksanakan ritual melasti.

CATAT Tanggalnya! PHDI Bali Tetapkan Tiga Hari Gelar Ritual Melasti
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Pantai Masceti di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra Gianyar, Bali, terlihat ramai pada Senin (7/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali menetapkan tiga hari, 25-27 Maret 2017 bagi seluruh desa pekraman (adat) melaksanakan ritual Melasti (Mekiyis) terkait Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada Selasa (28/3/2017).

"Masing-masing desa pekraman dapat memilih salah satu dari tiga hari baik yang telah ditetapkan untuk melaksanakan ritual melasti sesuai tempat, waktu dan keadaan (desa kala patra)," kata Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi di Denpasar, Sabtu (18/3/2017.

Ia mengatakan, kegiatan Melasti itu dipimpin dan diatur oleh prajuru (pengurus) desa adat masing-masing, dengan menekankan ketertiban, kelancaran dan keamanan di jalan raya.

Sebanyak 1.480 desa adat di delapan kabupaten dan satu kota di Bali, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan sudah mulai melakukan persiapan.

Kegiatan ritual Melasti itu bermakna untuk membersihkan "pratime" atau benda-benda yang disucikan di Pura Desa Bale Agung, Puseh dan Pura Dalem di masing-masing desa adat di Pulau Dewata.

Ngurah Sudiana menjelaskan, ritual melasti oleh masing-masing desa adat itu dapat dilakukan ke laut bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang pantai atau ke danau untuk masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan.

Sedangkan masyarakat yang bermukim di tengah-tengah, jauh dari gunung maupun laut dapat melaksanakan ritual itu ke sumber mata air terdekat di wilayah lingkungan desa adat setempat.

Majelis tertinggi umat Hindu di Bali itu jauh sebelumnya telah mengeluarkan pedoman tentang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada hari hari Selasa, 28 Maret 2017.

Pedoman tersebut merupakan hasil rapat pengurus harian dan anggota Forum Welaka (kelompok pemikir) PHDI Bali tentang perayaan Hari Suci Nyepi tahun baru saka 1939.

Ngurah Sudiana menambahkan, setelah "Melasti", masing-masing desa adat melakukan "Bhatara Nyejer" di Pura Desa/Bale Agung di desa adat masing-masing, dilanjutkan dengan "Tawur Kesanga" atau persembahan kurban pada Senin, 27 Maret 2017, sehari menjelang Nyepi.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved