Puluhan Krama Banjar Tambak Sari Badung Keracunan Nasi Bungkus Sepulang dari Melasti!

Seorang korban yang bernama Gilang Suryanta mengaku mual-mual setelah menyantap nasi bungkus tersebut.

Puluhan Krama Banjar Tambak Sari Badung Keracunan Nasi Bungkus Sepulang dari Melasti!
Tribun Bali/Imam Rosidin
Krama Banjar Banjar Tambak Sari, Badung, mendapat perawatan intensif usai keracunan setelah menyantap nasi bungkus sepulang dari melasti, Sabtu (25/3/2017) 

Dengan rincian, yang mendapatkan penanganan di RSUD Mangusada Badung berjumlah 62 orang, Puskesmas Mengwi I berjumlah 4 orang, Puskesmas Mengwi II ada 3 orang, dan yang dirawat jalan berjumlah 55 orang.

Namun, dari total yang dirawat di RSUD Mangusada Badung, ada 1 orang warga yang saat ini harus menjalani opname. Hal itu dikarenakan kondisinya yang masih belum stabil.

Keseluruhan warga yang mendapat perawatan bai itu Rumah Sakit maupun Puskesmas berasal dari tiga banjar yang ada di Kelurahan Kapal, diantaranya Banjar Tambak Sari ada 54 orang, banjar Muncan 14 orang, dan Banjar Gegadon 1 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam makanan nasi bungkus tersebut terdapat lauk pauk seperti mie, telur, saur, dan daging ayam.

Menurut keterangan ayah salah satu korban, Putu Agus Widya Wiguna (11) yang juga mengikuti upacara melasti, Rai Juliana (37) menuturkan, bahwa ratusan warga ini mulai melaksanakan upacara sekitar pukul 07.00 Wita.

Mereka bergerak dari banjarnya masing-masing menuju ke Pantai Batu Bolong. Sesampainya di pantai sekitar pukul 11.00 Wita, warga ini mendapat bagian nasi bungkus yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh banjar masing masing.

“Sampai di segara (pantai) jam 11.00 Wita, kami dapat nasi bungkus yang sudah disiapkan dari banjar. Kemudian kami bersama-sama makan nasi bungkus itu,” kata Rai saat dijumpai di RSUD Mangusada Badung.

Setelah makan nasi bungkus tersebut, kata dia, sekitar pukul 12.00 Wita, anaknya mulai merasakan gejala-gejala seperti merasakan mual, muntah, hingga pusing. Namun, saat merasakan mual pihaknya tidak segera melarikannya ke rumah sakit atau puskesmas, karena keadaannya masih bisa ditahan.

“Setelah makan nasi itu dah kemudian merasa mual, muntah, hingga pusing. Tapi tidak langsung dibawa ke sini (rumah sakit) karena masih bisa nahan,” tutur pria yang berasal dari Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Badung ini.

Dia melanjutkan, namun berselang beberapa jam sekitar pukul 16.00 Wita anaknya sudah merasa tidak tahan dengan gejala tersebut. Sehingga, langsung dilarikan ke Rumah Sakit.

Halaman
123
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved