Jelang Nyepi Permintaan Uang Tunai di Bali Capai Rp 924 Miliar

Uniknya, pada penarikan uang tunai oleh perbankan ini, permintaan koin pecahan Rp1.000 cukup besar mencapai sekitar Rp 500 juta

Jelang Nyepi Permintaan Uang Tunai di Bali Capai Rp 924 Miliar
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
TUKAR UANG - Sejumlah warga menukarkan uang rupiah baru di Pasar Pidada Kota Denpasar, Kamis (23/3). Bank Indonesia menyediakan ratusan juta rupiah baru menjelang Hari Raya Nyepi dan Galungan sekaligus mensosialisasikan uang baru kepada masyarakat. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jelang Nyepi pada 28 Maret 2017, permintaan uang tunai perbankan di Bali cukup tinggi.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, jumlahnya mencapai Rp 924 miliar, naik dari jumlah pada 2016 yang hanya Rp 630 miliar atau naik 46 persen.

Uniknya, pada penarikan uang tunai oleh perbankan ini, permintaan koin pecahan Rp1.000 cukup besar mencapai sekitar Rp 500 juta, dibandingkan rata-rata permintaan uang logam sekitar Rp 200 juta per hari.

“Penarikan uang oleh perbankan ke BI ini dalam rangka persiapan Nyepi. Sebagian untuk kebutuhan pengisian ATM, sehubungan juga dengan libur panjang,” kata Causa Iman Karana, Minggu (26/3/2017).

Tingginya permintaan jelang tahun baru Caka 1939 ini, mengingat mulai Minggu perbankan dan BI sudah tidak beroperasi.

Perbankan menarik uang untuk persiapan long weekend guna memenuhi keperluan masyarakat akan uang tunai.

“Selain tingginya permintaan koin Rp.1000, pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu juga diminati karena libur panjang,” imbuhnya. Apalagi, kata dia, libur Nyepi kali ini lebih panjang dibandingkan Nyepi tahun lalu, serta mepet akhir bulan. Akibatnya banyak perbankan yang menyiapkan stok untuk ATM dan keperluan akhir bulan.

“Biasanya juga untuk persiapan membayar gaji,” jelasnya. Sementara alasan tingginya permintaan koin, diperkirakan sebagai persiapan untuk upacara seperti Melasti dan sebagainya.

Sejumlah bank yang menarik uang di BI adalah bank BUMN di antaranya BNI, BRI, dan Mandiri.

Selain itu ada pula bank lainnya yakni Permata, BTN, BCA, CIMB Niaga, Commonwealth, BPD Bali, dan Maybank. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT, AAG Agung Dharmawan, mengamini hal ini.

“Memang penarikan uang agak meningkat, dari biasanya hanya Rp 30 miliar menjadi Rp 60 miliar,” jelasnya. Lanjutnya, sebelum tanggal 23 Maret, penarikan uang tunai di cabang BNI di wilayah Bali hanya berkisar Rp 30 miliar sampai Rp 35 miliar saja per hari.

Kemudian meningkat pada tanggal 23 Maret menjadi Rp 55 miliar, dan pada 24 Maret menjadi Rp 60 miliar per hari.

“Ini disebabkan karena libur panjang, mulai Sabtu hingga Rabu depan. Masyarakat mungkin khawatir, meskipun ATM BNI tetap siap 24 jam saat libur panjang ini,” jelasnya.

Sejauh ini, kata dia, penarikan tertinggi adalah di Renon dan Denpasar untuk wilayah Bali. (*)

 Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved