Waspadai Serangan Sanca Batik, Jenis Piton yang Menelan Manusia, Ini Cara Mencegahnya

Kasus piton yang memakan seorang petani di Mamuju, Sulawesi Barat, sepantasnya tak cuma dilihat sisi ngerinya saja.

Waspadai Serangan Sanca Batik, Jenis Piton yang Menelan Manusia, Ini Cara Mencegahnya
Reptarium
Sanca Batik (Phyton reticulatus) 

TRIBUN-BALI.COM- Kasus piton yang memakan seorang petani di Mamuju, Sulawesi Barat, sepantasnya tak cuma dilihat sisi ngerinya saja.

Kasus itu bisa menjadi awal untuk mengenal keragaman jenis piton di Indonesia, ancaman, dan cara mewaspadainya.

Pakar ular dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, mengungkapkan bahwa jenis piton yang memakan Akbar (25), sang petani asal Sulawesi, adalah sanca batik.

Baca: Perempuan Cantik di Desa Belayu Ini Tangkap Sendiri Ular Piton Dengan Kedua Tangannya!

Baca: Ular Sanca Batik Masuk Rumah Bikin Heboh Warga di Banjar Sebudi, Denpasar

Secara ilmiah, spesies itu disebut Phyton reticulatus atau Malayophyton reticulatus.

Jenis ini tersebar di Asia Tenggara, termasuk salah satu ular dan reptil terpanjang di dunia.

Sanca batik terpanjang di dunia diduga adalah individu yang pernah ditemukan di lokasi pembangunan jembatan layang di Malaysia pada tahun 2016 lalu. Panjangnya mencapai 8 meter.

Di Indonesia, sanca batik terpanjang ditemukan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Panjangnya 6,95 meter.

Studi Gabriella M Fredriksson dari University of Amsterdam yang dipublikasikan pada tahun 2005 di Raffles Bulettin of Zoology menguak, piton yang dimaksud bertanggung jawab pada kematian beruang madu di wilayah setempat.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved