Breaking News:

Jelang Galungan, Penampahan di Ubud Jadi Wisata Kuliner Turis Mancanegara

Masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua juga terlihat sibuk melakukan aktivitas, serangkaian Penampahan Galungan.

Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Wisatawan mancanegara membantu warga menyiapkan masakan olahan daging babi di Banjar Kutuh, Sayan, Ubud, Bali, Selasa (4/4/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Langit masih gelap di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Selasa (4/4/2017) pukul 05.00 Wita.

Namun suara hentakan belakas pada ‘talenan’ terdengar nyaring di setiap rumah warga.

Masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua juga terlihat sibuk melakukan aktivitas, serangkaian Penampahan Galungan.

Banyak juga wisatawan mancanegara yang ikut membantu warga membuat sajian olahan daging babi.

Pantauan Tribun Bali, warga dan wisatawan tampak sibuk mengiris daging babi, sayuran, dan menyiapkan bumbu makanan.

Dimana nantinya bahan makanan tersebut akan dijadikan lawar, tum serta urutan.

Menurut warga, I Ketut Meli, masakan ini wajib dibuat di Penampahan Galungan.

Meli menjelaskan, lawar merupakan kombinasi daging babi, lemak babi dan sayuran buah nangka maupun pepaya yang dicincang.

Sementara untuk penyedap rasanya mereka menggunakan basa rajang (bumbu genep). 

Tum, kata dia, merupakan kombinasi dari darah babi, daging, lemak dan kulit babi yang dicincang lalu dikemas pada daun pisang.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved