Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mau Meniru Badung, Bangli Akan Beri Laptop untuk Siswanya

Kita ingin meniru Kabupaten Badung, karena di sana anak SD pun sudah diberikan laptop.

Tayang:
Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/M Fredey Mercury
Bupati Bangli I Made Gianyar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer pada hari pertama, yaitu Senin (10/4/2017) kemarin, menuai komentar dari Bupati Bangli, I Made Gianyar.

Meski saat ini kewenangan untuk SMA dan SMK sudah menjadi milik provinsi, namun Gianyar mengungkapkan untuk pelaksanaannya tetap menjadi perhatian Bupati karena berada di wilayahnya.

Kepada Tribun Bali pada hari Selasa (11/4/2017), ketika ditanya komentarnya terkait pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer, Gianyar mengungkapkan, bahwa dengan sistem ujian nasional berbasis komputer dinilai mampu mengatasi permasalahan klasik ujian nasional.

"Dengan ujian nasional berbasis komputer ini, permasalahan seperti kekurangan soal, soal kabur dan paket soal yang tertukar sudah bisa diatasi," ujarnya.

Disamping itu, Gianyar juga mengomentari dari sisi kejujuran, hasil UNBK dinilai lebih terjamin kejujurannya.

Karena, siswa tidak bisa saling contek, dan setelah selesai mengerjakan pun akan langsung dikirim ke pusat.

Meski dinilai baik, pelaksanaan UNBK di tahun 2017 belum bisa dilaksanakan di semua SMA/SMK di Bangli.

Hal ini karena terbatasnya sarana pelaksanaan UNBK.

Dari 6 SMA di Kabupaten Bangli, 1 SMA masih menggunakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Sedangkan dari 14 SMK di Kabupaten Bangli, baru 5 sekolah yang sudah menggunakan sistem UNBK, sisanya masih menggunakan sistem UNKP.

Melihat hal tersebut, Gianyar menargetkan, agar tahun depan seluruh SMA/SMK di Kabupaten Bangli sudah berbasis IT, sehingga pelaksanaan ujian nasional yang lebih baik bisa dirasakan seluruh siswa.

Selain itu, dirinya mengharapkan, ke depannya Pemkab Bangli melalui Disdikpora Kabupaten Bangli, dapat menganggarkan pengadaan laptop untuk SMP agar tahun depan, pelaksanaan UNBK juga dapat dirasakan seluruh anak SMP.

"Kita ingin meniru Kabupaten Badung, karena di sana anak SD pun sudah diberikan laptop. Namun karena anggaran kami sedikit, maka harus diprioritaskan," ujarnya.

Di tempat lain, ketika ditanya terkait peryataan Bupati Bangli tentang pengadaan laptop, Kadispora Kabupaten Bangli, I Nyoman Suteja mengungkapkan, bahwa Bupati Bangli telah membicarakan pengadaan laptop untuk SMP kemarin.

Suteja mengatakan, dari pembicaraan dengan bupati pada hari Senin (10/4) lalu, pengadaan laptop untuk SMP ditargetkan pada tahun depan, dan dilakukan penganggaran secara bertahap, yaitu melihat SMP yang telah siap melakukan UNBK.

"Untuk bantuan laptop, kami melihat dari skala prioritas, yaitu SMP yang telah siap mengadakan UNBK, maka akan kami bantu apabila kekurangan sarana," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved