Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ngaku Dibayar Rp 500.000

Namun, Rina tidak menyebutkan untuk apa uang itu digunakan oleh kedua pelaku.

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Ngaku Dibayar Rp 500.000
Bangka Pos
Salah satu terduga pembantai keluarga Riyanto di Medan. Ia ditangkap di Desa Sei Alam Ulu Dusun II Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. 

TRIBUN-BALI.COM - Polisi telah menangkap dua eksekutor pembunuhan satu keluarga di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4/2017), yakni Roni (21) dan Andi Saputra (27).

Kabid Humas Polda Sumut, Rina Sari Ginting mengataka, dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku diberi uang Rp 500.000 oleh Andi Lala, pria yang diduga otak pembunuhan ini.

Baca: Pembunuh Dua Anak Riyanto di Medan Akhirnya Ditangkap Polisi

Baca: Ini Motif Lain Andi Lala Membantai Satu Keluarga di Medan

Namun, Rina tidak menyebutkan untuk apa uang itu digunakan oleh kedua pelaku.

Tersangka Roni diamankan di Lubukpakam, sedangkan tersangka Andi diringkus di kawasan Airbatu, Kabupaten Asahan. Menurut Rina, Roni merupakan keponakan Andi Lala.

Sementara itu, Andi Lala, terduga otak pelaku pembunuhan, masih dalam pengejaran pihaknya.

"Dari Airbatu, turut diamankan Irwansyah untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, dia ini yang menemani tersangka Andi ke Airbatu," kata Rina, Rabu (12/4/2017).

Saat dibawa ke Gedung Ditreskrimum, Roni digendong oleh petugas. Kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.

"Roni ini merupakan pelaku eksekutor terhadap anak-anak korban. Saat petugas akan melakukan penangkapan, tersangka melawan sehingga diberikan tindakan tegas terukur," ungkap Rina.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke lantai II Ditreskrimum Polda Sumut untuk diperiksa ke ruang penyidik.

"Petugas masih melakukan pengejaran terhadap Andi Lala yang statusnya sudah dijadikan DPO," ujar Rina.

Riyanto (40) ditemukan tewas di rumahnya bersama istrinya Riyani (38), kedua anak mereka Syifa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), serta mertuanya Marni (60).

Anak bungsu Riyanto, Kinara (4), ditemukan selamat dengan penuh luka di sekujur tubuh di kolong tempat tidur. Dia masih dirawat intensif di RS Bhayangkara Medan. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved