Rai Mantra Masuk Radar Partai Demokrat

Nantinya, nama-nama yang telah diinventarisir tersebut akan dipasang-pasangkan melalui simulasi pasangan calon.

Rai Mantra Masuk Radar Partai Demokrat
Tribun Bali / Ragil Armando
Perwakilan warga dari seluruh Bali mendatangi kediaman Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Griya Sebasari, Renon, Denpasar, Sabtu (31/12/2016). Para perwakilan warga Bali tersebut meminta Rai Mantra untuk maju di Pilgub 2018 mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta mengaku bahwa nama Rai Mantra juga masuk dalam salah satu radar Cagub Demokrat di Pilgub mendatang.

Meskipun masih beberapa nama lainnya seperti Wagub Bali yang juga Ketua DPD Golkar Bali, Ketut Sudikerta, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, serta sederet nama lainnya.

"Masuk dalam opsi itu. Selain beliau ada Pak Koster, SGB, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih (Demer), Wisnu Bawa Tenaya (WBT), Ketut Rochineng, Arya Wedakarna (AWK), Gede Pasek Suardika (GPS), dan Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Ketua DPD Gerindra Ida Bagus Putu Sukarta. Kalau diinternal sendiri itu ada saya sendiri, Pak Gede Ngurah Wididana (Pak Oles)," ungkapnya melalui sambungan seluler, Rabu (12/04/2017).

Nantinya, nama-nama yang telah diinventarisir tersebut akan dipasang-pasangkan melalui simulasi pasangan calon.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat elektabilitas sebelum menentukan dukungan.

Ditargetkan, hasil survey akan keluar pada tanggal 20 Mei 2017 mendatang yang kemudian akan diserahkan ke DPP.

"Untuk memperkuat argumentasi ke pusat, koalisi dengan partai mana, pasangan mana yang akan didukung. DPP pasti melihat itu," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa komunikasi informal sudah dilakukan dengan NasDem dan juga Rai Mantra.

Bahkan pihaknya memaklumi syarat-syarat yang diberikan NasDem tersebut.

"Komunikasi sudah berjalan. Tentu masing-masing partai yg kami ajak berkoalisi ada syaratnya," ungkapnya.

Pun disinggung bagaimana dengan Golkar yang tetap ingin menyodorkan Sudikerta dicalonkan oleh KBM Plus di Pilgub Bali 2018 mendatang.

Dirinya memilih menjawab secara diplomatis, ia menjelaskan bahwa setiap partai menginginkan memperjuangkan kadernya agar diakomodasi oleh KBM Plus.

Akan tetapi, menurutnya koalisi yang akan dibentuk nantinya harus dapat mengusung calon yang benar-benar memiliki elektabilitas tinggi di masyarakat.

"Semua partai pasti memperjuangkan kadernya untuk di akomodasi oleh koalisi. Koalisi akan putuskan dengan pertimbangan utama hasil survei yang mencerminkan keinginan rakyat mayoritas. Karena rakyat yang akan memilih dan menentukan pemimpinnya sendiri dan semua partai atau koalisi ingin menang bukan sekedar koalisi atau mengusung," tutupnya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: Ragil Armando
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved