Jembatan Gantung untuk Siswa SDN 5 Ringdikit, Dua Bulan Lagi Beroperasi

Setelah sebelumnya hanya bertahan sepakan karena tersapu aurs, kali ini yang dibangun adalah jembatan gantung.

Jembatan Gantung untuk Siswa SDN 5 Ringdikit, Dua Bulan Lagi Beroperasi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Proyek pembanguanan jembatan gantung di Tukad Saba sudah mencapai 90 persen, Sabtu (16/4/2017). Jembatan ini akan digunakan para siswa SDN 5 Ringdikit untuk pergi dan pulang sekolah. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kabar gembira untuk siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Ringdikit, Buleleng, Bali.

Pemerintah Provinsi (pemprov) Bali melalui Dinas Pekerja Umum akhirnya membuatkan jembatan penyeberangan darurat untuk para siswanya.

Setelah sebelumnya hanya bertahan sepakan karena tersapu arus, kali ini yang dibangun adalah jembatan gantung.

Strukturnya lebih kuat, menggunakan bahan baku beton, tiang pancang, tali baja, serta kayu yang tahan air.

Jembatan gantung yang mulai digarap sejak awal Maret lalu ini telah memasuki tahap finishing alias sudah mencapai 90 persen.

Pelaksana Proyek, Wayan Sumindra mengungkapkan, untuk membuat jembatan tersebut, dibutuhkan anggaran mencapai Rp 150 juta.

Rancangannya menyerupai jembatan gantung agar bisa bertahan dari terjangan air.

"Jembatan ini memang dirancang menyerupai jembatan gantung biar bisa bertahan karena arus sungai di sini cukup deras. Kira-kira akan selesai dua bulan lagi," ujarnya, Sabtu (16/4/2017).

Sumindra mengatakan, jembatan tersebut hanya dapat digunakan oleh 10 pejalan kaki dalam sekali lintas.

Sementara untuk pengendara sepeda motor, ia berharap agar tidak menggunakannya secara bersamaan.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved