Bank Indonesia Pastikan Izin KUPVA BB di Bali Gratis

Sehingga tidak ada alasan, untuk KUPVA BB di Bali tidak mengurus izin ke depannya.

Bank Indonesia Pastikan Izin KUPVA BB di Bali Gratis
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang petugas money changer menunjukkan uang dolar AS di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (12/8/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, menegaskan pengurusan izin Kegiatan Usaha Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank (BB) tidak dipungut biaya.

Sehingga tidak ada alasan, untuk KUPVA BB di Bali tidak mengurus izin ke depannya.

Namun sayangnya, masih banyak KUPVA BB di Bali yang merasa pengurusan izin ini rumit, sehingga enggan mengurus izin dan akhirnya menjalankan usaha secara ilegal.

“Padahal mengurus izin itu gratis dan sangat simpel. Ini pun sering kami sosialisasikan,” tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Senin (17/4/2017).

Intinya, kata dia, persyaratan agar KUPVA BB memiliki legalitas adalah berbadan hukum dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT).

Kepemilikan saham KUPVA BB ini, sepenuhnya harus dimiliki warga negara Indonesia.

Dokumen pendukung, diantaranya fotokopi akta pendirian dengan maksud dan tujuan melakukan kegiatan jual-beli uang kertas asing (UKA), dan pembelian traveller’s cheque (TC).

Fotokopi  anggaran dasar badan hukum PT, pengesahan badan hukum dari otoritas yang berwenang, serta  fotokopi surat keterangan domisili usaha.

Pemilik KUPVA BB diwajibkan melampirkan fotokopi NPWP, dan struktur organisasi.

Selain itu laporan keuangan perusahaan serta dokumen pendukung lainnya juga harus dipenuhi.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved