Waktu Bikin E-KTP Tersisa 2 Bulan, Data 54 Ribu Warga di Denpasar Bermasalah

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, jumlah warga Kota Denpasar yang wajib e-KTP, tapi belum

Waktu Bikin E-KTP Tersisa 2 Bulan, Data 54 Ribu Warga di Denpasar Bermasalah
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Deadline perekaman KTP elektronik (E-KTP) yang sebelumnya ditetapkan tanggal 30 September 2016 telah diperpanjang sampai pertengahan 2017.

Itu berarti hanya tersisa waktu dua bulan lagi bagi warga yang belum memiliki E-KTP.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, jumlah warga Kota Denpasar yang wajib e-KTP, tapi belum melakukan perekaman e-KTP sebanyak 59.564 jiwa per 18 April 2017.

"Jadi yang jelas, kami sudah menginformasikan kepada masyarakat. Dan kami tidak pernah menutup layanan perekaman e-KTP ini. Nanti misalnya kalau tidak punya e-KTP, ya mereka tidak bisa mengurus administrasi perbankan, kesehatan, dan administrasi lainnya. Kan semua pasti membutuhkan e-KTP," kata Kepala Disdukcapil Kota Denpasar, Nyoman Gede Narendra kepada Tribun Bali di ruang kerjanya, Selasa (23/4/2017).

Dari data yang diperoleh, jumlah warga Kota Denpasar yang wajib KTP sebanyak 492.621.

Dari jumlah tersebut, yang sudah merekam e-KTP per 18 April 2017 sebanyak 433.057 atau masih ada 59.564 warga yang belum melakukan perekaman.

Narendra mengatakan, perekaman e-KTP di Denpasar masih di buka di masing-masing kecamatan, kecuali untuk warga Kecamatan Denpasar Utara, yang perekamanannya dilakukan di kantor Disdukcapil Denpasar.

Dia juga menegaskan semakin lama waktu perekaman e-KTP maka proses penyelesaian KTP bersangkutan bakal semakin lama pula.

Sebab, warga yang sudah merekam sejak 2013 saja, masih ada yang belum mendapatkan e-KTP sampai saat ini.

"Harapan saya ya agar segera melakukan perekaman. Cuma ya jangan minta cepat-cepat. Karena semuanya antre ini. Harus sabar menunggu. Meskipun begitu, jangan berpikir menunda perekaman," kata Narendra.

Dari data yang diperoleh di Disdukcapil, rupanya tercatat 54.650 jiwa warga Denpasar yang sempat mengalami masalah e-KTP, mulai dari perekaman ganda, kehilangan, dan lain-lain.

Terhadap hal tersebut, 54 ribu warga itu harus melakukan proses dari awal dengan melakukan perekaman di Disdukcapil Denpasar.

"Kalau 54 ribu ini yang rekaman di kantor Disdukcapil di sini. Mereka itu yang rekam ganda, dan yang mengalami masalah sebelumnya. Jadi mereka diurus di sini," kata staf bagian data di Disdukcapil Denpasar kemarin.

Blangko Belum Dikirim

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar telah menerima 10 ribu keping blangko e-KTP sejak 11 April 2017.

Namun, hingga saat ini, blangko belum juga didistribusikan.

Kepala Disdukcapil Denpasar, Nyoman Gede Narendra mengatakan, blangko e-KTP yang sudah datang perlu dicetak terlebih dahulu di kantor Disdukcapil Denpasar.

Setelah 10 ribu blangko selesai dicetak, barulah blangko didistribusikan melalui kecamatan, dan desa.

"Kalau sedikit-sedikit kami distribusikan kan percuma ya. Misalnya selesai cetak seribu trus kami distribusi ke semua kecamatan. Kan sedikit. Nah makanya kami cetak dulu semua, nanti begitu sudah selesai baru kami distribusikan," jelas Narendra.

Narendra belum berani memastikan sampai kapan 10 ribu blangko e-KTP selesai dicetak, kemudian didistribusikan ke masyarakat. Sebab, semua bergantung pada mesin pencetak e-KTP

Dari informasi yang dihimpun di ruang percetakan blangko di Disdukcapil Denpasar, jumlah mesin yang bisa dioperasikan sebanyak enam unit.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan satu hari bisa menyelesaikan atau mencetak 500 keping saja.

Camat Denpasar Selatan AA Gede Risnawan, saat ditemui di Kantor Wali Kota Denpasar mengaku banyak warganya yang menunggu kedatangan blangko e-KTP tersebut.

Namun demikian, Risnawan mempercayakan kepada Disdukcapil untuk mencetak terlebih dahulu semua blangko yang tersedia.

"Belum ada didistribusikan ke kami. Padahal warga sudah banyak nunggu. Di Densel saja ada 35 ribu itu yang belum dapat e-KTP," kata Risnawan kepada Tribun Bali. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved