Kasus Korupsi Bantuan Hibah Pemda Tabanan, Sukarya Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Selain pidana badan, Sukarya juga dituntut hukuman denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Sukarya (kemeja putih) usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Nyoman Sukarya (57), terdakwa dalam kasus dugaan korupsi bantuan hibah Pemda Tabanan akhirnya menjalani sidang tuntutan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (26/4/2017) di Pengadilan Tipikor.

Dalam surat tuntutannya, tim JPU yang dikomandoi oleh I Made Rai Joni Artha menuntut Sukarya yang menjabat sebagai Kelian Banjar Lalangpasek, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan (4,5 tahun).

Selain pidana badan, Sukarya juga dituntut hukuman denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Pun tim JPU menuntut Sukarya dengan pidana tambahan, yaitu membayar uang pengganti sebesar Rp 202 juta.

Jika Sukarya tidak membayar uang pengganti, maka akan dipidanakan selama enam bulan penjara.

Atas tuntutan JPU itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Diterangkan dalam surat tuntutan JPU, Sukarya dinyatakan, bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Atas perbuatannya, Sukarya telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang - Undang RI No. 31 tahun 1999 jo Pasal 18 Undang - Undang RI No. 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang - Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang - Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Nyoman Sukarya, dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan. Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda Rp 200 juta subider tiga bulan kurungan," tegas anggota tim JPU, Putu Nuriyanto dihadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila.

Namun sebelum pada pokok tuntutan, JPU mengurai sejumlah pertimbangan dalam mengajukan tuntutan, yaitu hal memberatkan dan meringankan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved