Breaking News:

Siapa Saja Yang Menangkap Pembuang Sampah Sembarangan Di Desa Ini Dapat Rp 500 Ribu

Saat dibawa ke kantor desa, ia mengakui berniat membuang sampah di sekitar setra Desa Samsam.

Tribun Bali / I Made Argawa
Pengumuman Perarem (aturan adat) sampah oleh pengurus Desa Pakraman Samsam, Kerambitan, Tabanan, Bali di sekitar setra atau kuburan. Peraren itu dibuat karena banyak yang membuang sampah sembarangan. 

Sekretaris desa Samsam, Made Adi menyebutkan, sebelum adanya perarem desa terkait sampah pihaknya cukup sulit mengatasi masalah itu.

Lantas pihak desa dinas bersama desa adat sepakat mencari orang untuk melakukan pengangkutan sampah langsung ke TPA Sampah Sembung Gede.

"Setelah adanya petugas angkut yang dibayar dari iuran warga sebesar Rp 20 ribu, pihak desa adat lantas membuat perarem pada Januari 2017," jelasnya.

Ia menyebutkan, sebelum adanya perarem di sekitar area setra banyak yang membuang sampah secara diam-diam.

Jalan menuju setra Desa Samsam adalah jalur berkelok dan jadi bagian jalur Baypass Denpasar-Gilimanuk.

Setelah adanya shortcut penyalin jalan itu saat ini hanya jadi tempat parkir truk.

"Dulu sebelum ada perarem, banyak yang buang sampah di sana secara diam-diam, mirip TPA sampah. Jika warga adat Samsam buang sampah sembarangan akan kena peringatan," jelasnya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved