Begini Pemberitaan Media Massa Internasional Terkait Vonis Ahok

Walau bukan sebagai berita utama rubrik internasionalnya, laporan vonis Ahok ditempatkan dalam posisi penting

Begini Pemberitaan Media Massa Internasional Terkait Vonis Ahok
(Guardian/BBC)
Berita soal vonis terhadap Ahok menghiasi laman harian The Guardian, koran terbitan Inggris. 

TRIBUN-BALI.COM - Keputusan majelis hakim PN Jakarta Utara yang menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Selasa (8/5/2017), ternyata menarik perhatian media massa internsional.

Koran Inggris, The Guardian, memberitakan vonis terhadap Ahok dengan menggunakan judul kecil, "Hukuman mengejutkan setelah kelompok garis keras berhaluan Islam menyerukan pejabat Kristen dipenjara karena merujuk ayat AL-Quran."

Walau bukan sebagai berita utama rubrik internasionalnya, laporan vonis Ahok ditempatkan dalam posisi penting di sebelah kanan atas dalam versi internetnya.

Pengadilan atas Ahok, seperti ditulis Guardian "dilihat secara meluas sebagai ujian bagi toleransi dan pluralisme agama di negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia".

Wartawan The Guardian di Jakarta, Kate Lamb, juga melaporkan salah seorang hakim, Abdul Rosyad mengatakan, alasan vonis yang cukup berat itu karena "terdakwa tidak merasa bersalah, tindakan terdakwa menyebabkan Muslim cemas dan sakit hati".

Nada pemberitaan serupa juga terlihat di versi internet koran Australia, The Sydney Morning Herald, yang memulai beritanya dengan menggunakan frasa "vonis mengejutkan".

"Dalam vonis yang mengejutkan Gubernur Jakarta yang Kristen dipenjara dua tahun karena menista Islam walau jaksa hanya menuntut hukuman percobaan untuk dakwaan yang lebih ringan dalam memicu kebencian."

Koran itu juga menulis pengadilan Ahok dilihat sebagai ujian bagi toleransi beragama di Indonesia yang selama ini dibanggakan.

Dilaporkan pula kiriman bunga dari warga untuk mendukung Ahok di Balai Kota Jakarta dan "banyak yang merujuk kepada Nemo, setelah Ahok membandingkan dirinya dengan ikan yang lucu itu, yang berenang melawan arus, sebagai pembelaan diri yang tidak biasa".

Sementara koran Amerika Serikat, The New York Times, lebih memaparkan laporan kejadian dengan mengutip kubu yang mendukung dan yang menentang Ahok.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved