Breaking News:

Operasi Patuh Agung, Trik Pura-pura Motor Mogok Lalu Didorong saat Razia Kini Tak Mempan Lagi

Trik Pura-pura Motor Mogok Lalu Didorong saat Razia Kini Tak Mempan Lagi

Editor: imam rosidin
Tribun Bali/I Made Argawa
ILUSTRASI 

TRIBUN-BALI.COM – Berbagai cara dilakukan oleh banyak pengendara agar terhindar dari Operasi Lalulintas  yang digelar oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Rabu (10/5/2017), ada beberapa pengendara yang memilih untuk menghentikan kendaraan dan memarkir ditempat yang aman sambil menunggu operasi selesai, ada yang mencari jalan lain, dan berbagai cara lainnya. 

Menariknya, pada Operasi Patuh dengan sandi terpusat Samrat  yang digelar di depan SMK N I Amurang, terlihat seorang pengendara yang sengaja memberhentikan kendaraan sejauh 10 meter namun mencoba melewati operasi dengan cara mendorong motor.

Sayangnya aksinya tidak luput dari perhatian dua orang petugas kepolisian.

Dirinya pun diberikan petunjuk untuk berhenti mendorong dan langsung diperiksa oleh petugas.

Hal ini dibenarkan Kanit Turjawali Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Minsel, AIPTU Ucok Simangunsong.

“Memang ada anggota yang mengungkapkan akal-akalan para pengendara pada operasi tadi, salah satunya dengan berpura-pura motornya mogok, sambil mendorong kendaraaannya. Namun karena ini operasi patuh, sehingga semuanya tetap kami periksa. Ketegasan harus diberlakukan agar kesadaran para pengendara untuk mentaati lalu lintas meningkat,” katanya.

Diwawancara terpisah, Kepala Satlantas Polres Minsel, AKP Ferdinand Runtu mengatakan ada puluhan pelanggar yang ditindak para hari pertama operasi.

“Kemarin kami menilang 52 Pelanggar dan 9 teguran. Rencananya razia akan digelar selama dua minggu mulai Sembilan hingga 22 Mei dengan penekanan pada kegiatan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas,” ujarnya.

Lebih rinci dia memaparkan dari jumlah pelanggar tersebut 30 merupakan kendaraan roda empat dan 22 kendaraan roda dua.

“Operasi ini lebih mengedepankan penindakan penegakan hukum berupa tilang terhadap pelanggar lalu lintas dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepatutan masyarakat dalam berlalu lintas.

Jadi operasi ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas.

Untuk itu kita mengimbau agar seluruh pengendara mematuhi peraturan lalu lintas yang tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan)," tukasnya.

Selain petugas dari Satlantas Polres Minsel, operasi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Tentara Republik Indonesia (TNI). (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved