Bom Bali Tak Pengaruhi Siswa Kormilda Pelajari Bahasa Indonesia

Bom Bali tidak mempengaruhi kegiatan belajar bahasa Indonesia di sini, tapi biasanya kita juga perhatikan travel advice dari pemerintah

Bom Bali Tak Pengaruhi Siswa Kormilda Pelajari Bahasa Indonesia
Tribun Bali/Kander Turnip
Genevieve Thraves, guru bahasa Inggris dan sejarah Kormilda College memberi penjelasan kepada rombongan peserta International Media Visit (IMV) Australia 2017 di sekolah tersebut, Jumat (12/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DARWIN - Pelajaran Bahasa Indonesia di Kormilda, Casuarina, Darwin, Northern Territory (NT), Australia, menjadi satu di antara tiga bahasa internasional yang dipelajari di kelas internasional Kormilda College.

Berbeda dengan di Browns Plains State School Queensland yang sempat menghentikan pelajaran bahasa Indonesia setelah peristiwa bom Bali 1 tahun 2002 lalu, di Kormilda College tetap diajarkan bahasa Indonesia mulai kelas 7 (SMP) hingga kelas 12 (SMA).

"Bom Bali tidak mempengaruhi kegiatan belajar bahasa Indonesia di sini. Tapi biasanya kita juga perhatikan travel advice dari pemerintah. Juga perhatikan situasi di negara-negara yang akan dikunjungi, misalnya di Indonesia dan Malaysia, sebelum memutuskan berkunjung," ujar Genevieve Thraves, guru bahasa Inggris dan sejarah Kormilda College, saat menerima rombongan peserta International Media Visit (IMV) Australia 2017 di sekolah tersebut, Jumat (12/5/2017).

Kormilda College merupakan sekolah yang masuk dalam program The BRIDGE (Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement), sebuah proyek pemerintah Australia-Indonesia yang didanai Australian Aid Program.

Sekolah ini menjalin kerjasama (sister school) dengan SMA Negeri 15 Surabaya dan salah satu SMA di Malaysia.

Sayangnya, kerjasama dengan SMAN 15 Surabaya berhenti karena guru di sekolah negeri di Surabaya tersebut dipindah tugas sehingga pihak Kormilda College kehilangan kontak.

Namun, menurut Genevieve, pihaknya akan melanjutkan kerjasama tersebut mulai tahun depan.

Sementara itu kerjasama dengan sekolah di Malaysia tetap berjalan. Bahkan tahun lalu, Kormilda College mengirim beberapa siswanya untuk mengunjungi SMA di Malaysia.

Genevieve mengatakan, program internasional di sekolahnya dilakukan sejak 1993. Dia mulai mengajar di sekolah tersebut sejak 2012.

"Ada ketentuan, semua siswa di program internasional wajib belajar bahasa asing pilihannya. Bahasa asing yang diajarkan adalah bahasa Indonesia, Perancis, dan Jerman. Jadi banyak siswa yang belajar bahasa Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Kander Turnip
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved