Terserang Penyakit Misterius Kakek Ini Sempat Mengasingkan Diri

Kondisi tubuh yang terus berubah tak seperti manusia normal membuat kakek berusia 64 tahun pernah mengasingkan diri dari pergaulan.

Tribunnews
Kakek Dzakair penderita tumor liforma. TRIBUNNEWS.COM/NAUFAL FAUZY (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy) 

Dzakir yang tinggal berdua bersama Aminah panik. Mereka berdua mencoba memutar otak untuk menangani hal yang sedang terjadi pada tubuhnya.

Lambat laun setelah mendengar vonis dokter Dzakir mencoba sabar dan menerima kondisi tubuhnya meski tak ada yang tahu apa yang sedang terjadi.

Kesabaran Dzakir habis setelah 20 tahun berlalu. Dia memutuskan untuk beranjak ke rumah sakit yang memiliki dokter serta alat lebih lengkap, hasilnya mengejutkan.

Dari berbagai macam tes dan pemeriksaan medis yang dilakukan melalui proses panjang, dokter mendiagnosis Dzakir menderita tumor lifoma.

Tubuh Dzakir dipenuhi benjolan berukuran besar, malah sampai ke wajahnya. Penyakit itu membuat Dzakir tak bisa tinggal diam.

Penghasilan yang seadanya tak mampu menanggung biaya rumah sakit dan obat yang mesti dikonsumsi. Dzakir beserta istri sepakat menjual rumah berukuran 2,4 x 4 meter yang selama ini ditinggali.

Kala itu uang penjualan rumah digunakan untuk biaya operasi. Cobaan Dzakir tak selesai sampai di situ saja, uang hasil penjualan rumahnya tak cukup untuk menutupi biaya operasi dan terpaksa meminjam uang.

Tujuh tahun lalu, dengan segala uang hasil pinjaman sana-sini, Dzakir dioperasi dan dinyatakan sembuh. Ternyata penyakit Dzakir kambuh dan benjolannya semakin banyak‎ sampai sekarang.

Menurut aktivis sosial dari Panti Silih Asih, Nani Rohaeni (48)‎, Dzakir sempat tidak bisa beraktivitas namun ia bersyukur karena mendapatkan obat dari Jakarta sehingga Dzakir bisa beraktifitas untuk sementara.

"Kalo dulu malah kayak robot, enggak bisa ngapa-ngapain, ininya mengeras, pendengaran enggak lancar, ini kan mengeras semua‎. Akhirnya kita cari donatur Gema Sosial dari Jakarta dapet bantuan obat herbal," cerita Nani.

Kini Dzakir beserta istri harus tinggal di rumah majikan istrinya, yaitu sebuah vila pribadi di Kampung Citalingkup, Megamendung.

Harta yang mereka punya sudah tidak ada, bahkan sehabis operasi, utang-utangnya yang berjuta-juta belum juga terlunasi dengan gaji istrinya sebagai penjaga vila yang pas-pasan.

Sampai saat ini pihak pemerintah belum memberi bantuan apa pun kepada Dzakir dan istri. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved