Berita Banyuwangi
Unik, Festival dengan Kostum Berbahan Bambu Dukung Perekonomian Desa Gintangan
Berbagai atraksi berbau bambu digelar dalam agenda ini. Sabtu (13/5), digelar fashion show dengan bambu sebagai bahan dasar kostumnya.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi memiliki cara tersendiri untuk menampilkan potensinya.
Desa yang terkenal dengan kerajinan bambu itu, menggelar Festival Bambu, 12-13 Mei, di sepanjang jalan depan Balai Desa Gintangan.
Berbagai atraksi berbau bambu digelar dalam agenda ini. Sabtu (13/5), digelar fashion show dengan bambu sebagai bahan dasar kostumnya.
Mulai anak-anak hingga dewasa, tampil dengan berbagai bentuk kostum berbahan bambu.
Mereka tampak percaya diri membawakan kostum bambu, yang didesain dengan unik.
Kepala Desa Gintangan, Rusdianah mengatakan, festival ini untuk mengapresiasi kreativitas masyarakat.
"Festival ini tidak hanya mendukung perekonomian desa, tapi juga memunculkan ide-ide kreatif sekaligus konsolidasi potensi desa," kata Rusdiana.
Sehari sebelumnya, Jumat (12/5/2017), anak-anak dan ibu rumah tangga, menunjukkan kreativitas menyanyam bambu.
Mereka mengayam bambu di pinggir-pinggir jalan sambil bersila di atas tikar.
Rusdiana mengatakan, Desa Gintangan, sejak1980-an, telah menjadi sentra kerajinan bambu dan sudah memasok untuk kebutuhan pasar nasional.
Bahkan, hasil olahannya sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Brunei Darussalam, dan Thailand.
"Di sini untuk penganyam ada 55 persen dari 6700 penduduk. Sudah sering kirim kerajinan ke Malaysia dan Brunei. Semoga Gintangan yang kaya potensi UMKM, dan budaya bisa lebih dikenal. Sekaligus melestarikan kerajinan bambu Gintangan," ujar Rusdiana.
Selain menganyam dalam festival ini juga ada tampilan atraksi kesenian barong, hadrah, tetek dan main egrang.
Malam harinya, pengunjung dan masyarakat juga dihibur pertunjukan seni janger. (haorrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penampilan-fashion-show_20170513_160635.jpg)