Penjor yang Dilombakan untuk Peringati Harkitnas di Depan Kantor Bupati Bangli Roboh

Penjor setinggi belasan meter yang ditanam tepat di depan papan Kantor Bupati Bangli tersebut roboh ke arah utara. Aspal tempat ditanamnya penjor itu

Penjor yang Dilombakan untuk Peringati Harkitnas di Depan Kantor Bupati Bangli Roboh
Tribun Bali / Muhammad Fredey Mercury
Penjor bertuliskan desa Pinggan yang berdiri didepan kantor Bupati roboh aspal tempat menanam penjor tampak tercongkel 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemandangan kantor Bupati Bangli pada hari Minggu (21/5/2017) tampak kurang indah seiring dengan robohnya satu penjor yang sempat dilombakan pada HUT Bangli ke-813 lalu.

Penjor setinggi belasan meter yang ditanam tepat di depan papan Kantor Bupati Bangli tersebut roboh ke arah utara.

Beruntung saat robohnya penjor tersebut, kondisi jalan di depan kantor Bupati Bangli terbilang sepi, sehingga tidak sampai menimpa pengguna jalan yang melintas. 

Penjor bertuliskan Desa Pinggan tersebut, rencananya masih dipakai hingga hari Senin (22/5/2017) mendatang. Ketika dikonfirmasi mengenai robohnya penjor tersebut, Panitia HUT Bangli, I Ketut Pasek Lanang Sadia mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui jika salah satu penjor yang didirikan di depan kantor Bupati roboh.

Padahal, Kata Pasek, pihaknya telah mengumumkan untuk mencabut penjor tersebut pada hari Jumat (19/5/2017) lalu.

“Padahal hari Jumat kemarin (19/5/2017) kami sudah umumkan kepada temen-temen desa untuk mencabut penjor tersebut. Kecuali yang ada didepan tribun upacara, karena akan dipakai dalam upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional besok Senin (22/5/2017),” ucap Pasek yang juga Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Bangli ini.

Lebih lanjut, mengenai robohnya penjor, Pasek mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tata Kota, untuk mengangkut penjor yang roboh.

“Kami akan segera koordinasikan mengenai penjor yang roboh itu. Sementara penjor lainnya, kami masih tunggu pihak desa hingga hari Selasa (23/5) mendatang untuk mencabut sendiri penjornya. Jika tidak dicabut, terpaksa kami yang cabut,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota, Ida Ayu Gede Yudi Sutha mengatakan telah mendapat laporan dari panitia HUT Bangli mengenai adanya salah satu penjor yang roboh. Dikatakan Dayu Sutha, bahwa pihaknya pada hari ini akan segera mengangkut penjor yang roboh.

Senada dengan Pasek, Dayu Sutha mengatakan bahwa pihak Pemkab Bangli telah memberikan batas waktu pencabutan penjor-penjor tersebut hingga hari Selasa (23/5/2017).

Hanya saja, untuk penjor yang berada di depan tribun upacara hingga di depan kantor Bupati Bangli, pihak pemkab memberikan surat permohonan untuk tidak mencabut karena masih akan digunakan dalam upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

“Hari ini kami akan ambil penjor yang roboh tersebut. Sementara untuk penjor yang lain karena ada permohonan untuk upacara memperingati hari Kebangkitan Nasional, maka akan kami biarkan dulu hingga acaranya selesai. Jika hari Selasa belum dicabut, maka kami dari Dinas Tata Kota akan mencabutnya, dan pihak desa dapat mengambil penjornya dikator kami,” ucapnya. (*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved