128 Kg Sampah Diangkat dari Perairan Pulau Menjangan

Puluhan penyelam antusias membersihkan terumbu karang di perairan di kawasan Pulau Menjangan yang seluas 175 hektare (ha) dengan cara manual.

Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Sejumlah warga menimbang sampah yang menyangkut di terumbu karang di Pulau Menjangan TNBB yang dikumpulkan 60 penyelam, Minggu (21/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Pulau Menjangan belakangan ini terusik dengan adanya ratusan kilogram (kg) sampah kiriman. Dalam giat Diving for Conservation and Underwater Cleanup pada Minggu (21/5/2017), petugas TNBB berhasil mengangkat 128,5 kg sampah plastik yang tersangkut di terumbu karang dengan bantuan 60 penyelam.

Pantauan Tribun Bali kemarin, kegiatan tersebut berlangsung di Pulau Menjangan, tepatnya di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 3 sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam giat ini turut dilibatkan 60 penyelam yang berasal TNBB, Taman Nasional Alas Purwo, Badan Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) Perancak, pelaku pariwisata di lingkup TNBB serta instansi terkait lainnya.

Puluhan penyelam antusias membersihkan terumbu karang di perairan di kawasan Pulau Menjangan yang seluas 175 hektare (ha) dengan cara manual.

Sebanyak 128,5 kg sampah yang didominasi bekas bungkusan makanan dan minuman berhasil dikumpulkan kemudian diangkut keluar Pulau Menjangan menggunakan boat.

Dalam sepekan, total sampah yang diangkut dari Pulau Menjangan ini mencapai sekitar 300 kg dan jumlah tersebut belum termasuk jumlah sampah yang diangkat dari terumbu karang.

“Ini merupakan sampah kiriman yang terbawa air laut. Total sampah yang kita kumpulkan mulai Februari-Mei 2017 lalu mencapai 3 ton untuk di Pulau Menjangan, kalau di seluruh areal TNBB mencapai 5 ton,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai TNBB, Wiryawan kemarin.

Tak hanya pembersihan sampah, pihaknya juga melangsungkan pengendalian hama terumbu karang (Acanthaster Planci) serta monitoring kesehatan terumbu karang yang terhampar di sekitar Pulau Menjangan.

Selain terumbu karang, masih ada potensi keindahan alam lainnya di TNBB yaitu keanekaragaman flora dan fauna baik yang berstatus langka dan dilindungi seperti Curik Bali. Di sisi lain TNBB juga memiliki vegetasi mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, savanna, dan hutan hujan dataran rendah.

“Kegiatan ini juga dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus 2017 mendatang. Pembersihan secara rutin, ada yang sepekan sekali dan ada juga yang sebulan sekali,” tandas Wiryawan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved