Inovasi Bukaloka Rangkul UMKM dengan Cara baru Jualan Online
Penetrasi pengguna internet setiap tahunnya tumbuh meroket, hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha untuk dapat masuk ke dalam j
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penetrasi pengguna internet setiap tahunnya tumbuh meroket, hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha untuk dapat masuk ke dalam jangkauan pasar yang lebih luas.
Saat ini, telah banyak fasilitas teknologi yang sudah tercipta yang dapat di manfaatkan pelaku usaha untuk dapat mengjangkau pelanggan lewat internet.
Salah satunya adalah BUKALOKA, bukaloka merupakan inovasi teknologi yang diciptakan oleh pemuda bali yang baru saja meraih pendanaan investasi dari STIKOM Grup.
Selain memberikan fasilitas terhadap sektor UMKM, bukaloka pun rutin untuk melakukan edukasi dan memberikan pelatihan baik online dan offline untuk dapat meningkatkan kompetensi pengguna dan pemahaman fungsi dan manfaat untuk pengguna terhadap inovasinya
“Sekarang kami lagi fokus untuk edukasi pengguna dan target pasar, karena kalo gak gitu, pengguna atau target pasar kita ga akan ngerti bukaloka ini apa, dan mungkin berpikir bahwa bukaloka sama aja seperti situs jual beli atau platform yang sudah ada sebelumnya.” kata Aditya Santana - Pendiri & CEO Bukaloka, dalam acara pengembangan SDM yang selenggarakan oleh Kementrian UMKM & Koperasi Republik Indonesia di Hotel Oranjee, Denpasar, Selasa (23/5/2017).
“Sampai saat ini kita rutin melakukan pelatihan untuk para pengguna, karena apa yang mereka kelola dibukaloka bukan hanya account marketplace untuk upload produk aja, tapi mereka mengelola sebuah website toko online bisnisnya sendiri yang juga bisa menggunakan nama domainnya sendiri, dan toko online mereka terintegrasi dengan situs jual beli dari segi pengelolaan produk, metode pembayaran, logistic dan order,” imbuhnya.
Ide atau inovasi bukaloka tercetus bukan karena mengikuti trend industri, melainkan karena sebuah kajian masalah yang di temukan oleh pendirinya di dalam sektor UMKM dalam membangun bisnis mereka lewat internet.
“Jadi masalah ini sebenarnya saya temukan ketika memang sudah ada marketplace besar dan penyedia pembuatan toko online yang sudah banyak seperti sekarang,” jelas Aditya.
Solusi dan inovasi ini lahir karena 2 masalah, yang pertama, kalo UMKM punya website toko online sendiri, mayoritas mereka tetap susah untuk mendapatkan pengunjung dan order dari toko online yang mereka punya.
Karena UMKM harus berupaya melakukan internet marketing, belajar SEO dan lain lain, dan yang tidak bisa kita pungkiri bahwa soal digital marketing atau content marketing tidak semua UMKM bisa melakukannya. Dan kalau belajar pun, tidak semua proses pembelajaran itu bisa cepat dimengerti yang akhirnya mereka bisa segera mengimplementasikan pada website toko onlinenya untuk mendapatkan apa yang mereka harapkan.
Sementara UMKM juga harus fokus pada kualitas produk dan layanan bisnis mereka.
“Jadi menurut kami UMKM lebih baik meluangkan waktunnya untuk hal itu daripada menghabiskan waktu mempelajari hal-hal yang bukan fokus utamanya,” sebutnya.
Lalu yang kedua, ketika UMKM berjualan di sebuah marketplace yang hanya mengelola account marketplace dan upload photo produk untuk tampil di situs marketplace tersebut untuk mendapatkan order, itu sama saja seperti berjualan di sosial media seperti facebook, instagram dan yang lainnya.
Menurutnya, UMKM yang memiliki brand bisnisnya sendiri, dan punya misi untuk membesarkan bisnisnya di masa depan, sangat disayangkan kalau seumur hidup bisnisnya memiliki toko yang menumpang dan hanya bergantung pada situs lain.
“Kalau kondisinya seperti itu bagaimana mereka bisa mengembangkan brand bisnisnya di dalam target pasar mereka ?,” ujarnya.
Ia menambahkan, bisnis yang berkembang itu bukan hanya di hitung dari berapa jumlah order yang masuk dari hari ke hari, namun juga dapat menciptakan customer base, repeat order dan brand awareness di dalam target pasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pertemuan-vocasional-strategis-bagi-kelompok-strategis_20170523_204538.jpg)