Breaking News:

Lelang Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Mulai Mei

Rencana pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai sepanjang total 712 meter dan lebar 17 meter dengan alokasi dana --termasuk proyek simpang

Tribun Bali/Rizal Fanany/Dwi S
Gambaran Underpass simpang Ngurah Rai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Metropolitan Denpasar, AA Gde Sanjaya, mengatakan pihaknya akan memulai pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai pada Agustus 2017.

Adapun proses lelang untuk desain dan pembangunannya mulai 6 Mei 2017.

Baca: Rp 100 M untuk Bebaskan Lahan, Underpass Ngurah Rai Lebih Panjang dari Underpass Ini

"Pengerjaannya ditargetkan bulan Agustus atau September 2017 sampai Agustus 2018. Itu jangka waktunya 12 bulan,” katanya saat dengar pendapat dengan DPRD Bali.

Rencana pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai sepanjang total 712 meter dan lebar 17 meter dengan alokasi dana --termasuk proyek simpang Jimbaran dalam satu paket -- menggunakan sistem multiyears.

Pada tahun 2017 dengan dana Rp 49,6 miliar dan tahun 2018 Rp 160 miliar.

Pembangunan underpass Ngurah Rai dan pelebaran simpang Jimbaran menghabiskan dana Rp 209, 7 miliar yang bersumber dari APBN.

“Underpass ini sepanjang 712 meter lebih panjang dari Underpass Dewa Ruci. Nanti underpass ini mulai dari depannya Grand Mas Hotel menuju runway bandara. Jalur navigasi runway tak ada kena dari proyek ini. Jalan lingkar atas juga masih tetap,” ungkap Gung Sanjaya.

Megaproyek ini ditargetkan selesai sebelum pertemuan tahunan Dewan Gubernur Bank Dunia (IMF) Oktober 2018 yang akan digelar di Bali.

Pertemuan ini untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan jalan utama akses keluar masuk Bandara Internasional Ngurah Rai yang terkoneksi dengan pintu Tol Bali Mandara.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan salah satu tantangan dalam pembangunan underpass tersebut adalah lokasinya berdekatan dengan bandara.

Peralatan konstruksi yang digunakan tidak bisa terlalu tinggi karena dikhawatirkan bisa menganggu aktivitas terbang dan mendarat pesawat.

Beberapa sarana umum juga harus dipindahkan saat pembangunan, salah satunya adalah pipa gas melintang dari Teluk Benoa ke arah bandara.

Arie mengatakan konsep desainnya sudah selesai, sehingga optimistis pembangunannya akan selesai dalam waktu satu tahun.

Biaya konstruksinya sekitar Rp 200 miliar. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved