Nenek Asal Karangasem Ini Harus Jalan Kaki Dua Kilometer untuk Ambil Air

Sejak berusia 20 tahun, Ni Made Telaga, setiap hari berjalan kaki menempuh jalan sejauh dua kilometer demi memperoleh air bersih.

Nenek Asal Karangasem Ini Harus Jalan Kaki Dua Kilometer untuk Ambil Air
Tribun Bali
Seorang warga Banjar Keresek, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem berjalan kaki sejauh dua kilometer mencari air bersih, Minggu (21/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejak berusia 20 tahun, Ni Made Telaga, setiap hari berjalan  kaki menempuh jalan sejauh dua kilometer demi memperoleh air bersih.

Warga Banjar Keresek, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem itu harus melewati jalan menanjak, terjal, dan berliku.

"Sudah biasa jalan kaki. Memang lumayan jauh, tapi kalau dijalani setiap hari tidak terasa sekali. Sejak masih muda saya cari air bersih di Banjar sebelah," kata perempuan yang kini berusia 51 tahun tersebut, Minggu (21/5).

Tak hanya dia, warga lainnya juga mencari air dengan berjalan kaki. Ini terpaksa mereka lakukan karena di Banjar Keresek, Desa Sibetan tidak ada aliran air bersih untuk penuhi kebutuhn warga setiap hari.

"Warga Keresek pasti cari air di Kecing, sember (sumur) warga kampung sebelah. Biasanya warga mencari air setiap sore hari. Mandi dan cuci pakaian pasti ke sember warga di kampung sebelah, "kata Made Telaga.

Setibanya di sumur warga, mereka mengambil air secara bergiliran mengunakan timba yang talinya sepanjang dselapan hingga 10 meter.

"Kalau di Kecing banyak semernya, sekitar delapan sember. Di Keresek memang tidak ada sumber atau aliran air. Di atas Keresek, Banjar Tanah Ampo dan Yeh Kori, juga agak sulit peroleh air," kata seorang pemilik sumur, Ni Wayan Cenik.

Warga berharap pemerintah bisa membuatkan penampungan. Sebab warga merasa sudah sangat lama tidak mendapatkan air bersih. Mereka harus berjuang menempuh jalan terjanl sepajang dua kilometer tiap hari hanya demi mendapat air bersih.

 "Warga yang susah memperoleh air bersih lebih mudah. Kepala keluarga di Banjar Keresek paling sekitar 20 KK. Tidak begitu banyak," kata dia. 

Selain di Banjar Keresek, berapa daerah di Kecamatan Kubu, Abang, dan Manggis juga bernasib sama. Berapa daerah kekurangan air bersih. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved