Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

2 Kapal Kandas di Lokasi yang Sama di Perairan Selat Bali dalam Sehari

Berselang 30 menit kemudian, kapal ini berhasil keluar dari perairan dangkal dan kembali melanjutkan perjalanan.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dua kapal yakni KMP Karya Maritim II dan KMP Karya Maritim III kandas usai terseret kencangnya arus di Selat Bali, Jumat (2/6/2017).

Peristiwa semacam ini kembali terulang karena buruknya cuaca di Selat Bali.

Pertama, kapal yang diseret arus yakni KMP Karya Maritim II. Kapal ini sedang bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk sebelum terseret arus dan kandas di seputaran lampu penanda sekitar 300 meter sebelah barat dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk.

Baca: NGERI, Putu Suaka Bunuh Satu Keluarga Dengan Racun Sianida, 4 Jenazah Terkapar Usai Minum Kopi!

Baca: Nasib Pedagang Pasar Badung Belum Jelas, Jayanegara: Kalau Saya Jadi Pedagang, Lebih dari Demo

Baca: Ditanya Nasib Duit Rp. 75 Miliar untuk Pasar Badung, Irjen Kemendag: “Saya Tidak Komen”

Berselang 30 menit kemudian, kapal ini berhasil keluar dari perairan dangkal dan kembali melanjutkan perjalanan.

Peristiwa yang sama kembali terulang sore harinya.

Giliaran KMP Karya Maritim III yang terseret arus hingga kandas di lokasi yang sama.

Baca: Terus Diperdebatkan, Artis Ini Ungkap Agama yang Benar-benar Dianut Yana Zein

Baca: DUH! Ternyata Ini Peran dan Penyebab Pelaku Persekusi Tangani Anak Di Bawah Umur

Kapal bertolak menuju Pelabuhan Ketapang dari dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk ini kandas lebih lama.

Hingga berita ini diturunkan, kapal tersebut masih kandas dan belum bisa dievakuasi.

"Cuacanya memang lagi buruk hari ini, tinggi gelombang terpantau tadi sekitar dua meter tingginya. Anginnya juga behembus cukup kencang, begitu pula dengan arusnya," kata Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas III Gilimanuk atau Syahbandar Gilimanuk, I Made Astika.

Menurutnya, kandasnya kapal-kapal ini dikarenakan oleh faktor cuaca buruk yang tak kunjung membaik di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Baca: Aneh! Pria LGBT Ini Sempat Keguguran Lalu Hamil Lagi, Ternyata Ada Organ Ini di Perutnya

Mengantisipasi hal serupa, kata dia, petugas kembali mengeluarkan imbauan kepada para nakhoda agar hati-hati saat berlayar.

Nakhoda diminta untuk benar-benar memperhatikan kondisi cuaca di perairan, kecepatan angin serta pasang surut air laut terutama ketika memasuki kawasan perairan dangkal di sekitar Buoy Merah di sebelah Barat dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk.

Selain itu, para penumpang diminta untuk mematuhi segenap peraturan penyeberangan laut yang ada.

Terutama, memakai life jacket saat melangsungkan penyeberangan.

"Tadi sudah bisa keluar sendiri kapalnya untuk yang KMP Karya Maritim II. Tapi untuk KPM Karya Maritim III memang sampai saat ini masih kandas. Kalau nanti tak bisa keluar, ya terpaksa harus dievakuasi dengan menggunakan Tug Boat," pungkas Astika. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved