Jika Anak Melakukan Kesalahan, Jangan Dihukum dengan 10 Cara Ini

Sebagai ayah, kadang kala kita harus mengajarkan hal-hal baik pada anak kita, termasuk memberi pujian atas perbuatan baiknya atau me

Jika Anak Melakukan Kesalahan, Jangan Dihukum dengan 10 Cara Ini
kompas.com
Ilustrasi 

Misalnya suatu saat anak berbicara kotor, kita hanya tertawa. Tapi di waktu lain, ketika kata yang sama keluar dari mulutnya kita menghukumnya. Hal ini akan membuat anak kebingungan dan tidak tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Artinya menjadi konsisten itu penting agar anak memahami perilaku yang benar.

Menyuap.

Memberi imbalan pada anak agar dia berperilaku sesuai harapan kita hanya akan mengajarkan anak bahwa untuk mendapat hadiah mereka harus melakukan kenakalan terlebih dahulu.

Anak seharusnya berperilaku baik dahulu baru mendapatkan hadiah, bukan sebaliknya. Selain itu, alih-alih memberi hadiah, akan jauh lebih baik bila anak diberi pemahaman manfaat dan akibat dari tindakannya, sehingga ia memiliki kesadaran atas apa yang dilakukannya. 

Hukuman yang tak berhubungan

Anak akan lebih memahami bilahukuman yang diberikan pada mereka memang sesuai dengan perbuatannya. Misalnya, anak yang mengotori lantai, sebaiknya dihukum dengan membersihkannya, atau anak yang nilainya buruk karena malas belajar, bisa dihukum untuk tidak main ponsel atau nonton TV, melainkan menggunakan waktu itu untuk belajar lebih.

Dengan cara begitu, anak akan belajar akibat yang ditimbulkan karena suatu perbuatan, dan semua itu berkaitan.

Tidak sepakat dengan ibunya

Penting bagi seorang ayah dan ibu untuk memiliki kata yang sama dalam mendidik anak. Bila seorang anak lari ke pasangan kita untuk mengadu atau sebaliknya, hal itu akan merusakkan kepercayaan pada orangtua, dan terkesan kita tidak akur alias beda pendapat.

Bila Anda memang tidak sepakat dengan istri, jangan berargumen di depan anak. Bicarakanlah secara tersendiri, jangan terlihat anak-anak. Baru setelah ada kesepakatan, Anda boleh menerapkannya untuk mendidik anak

Halaman
123
Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved