Jika Anak Melakukan Kesalahan, Jangan Dihukum dengan 10 Cara Ini

Sebagai ayah, kadang kala kita harus mengajarkan hal-hal baik pada anak kita, termasuk memberi pujian atas perbuatan baiknya atau me

Jika Anak Melakukan Kesalahan, Jangan Dihukum dengan 10 Cara Ini
kompas.com
Ilustrasi 

Membuat bingung

 Jangan terlihat lembek dan merasa wajib mendapatkan persetujuan anak soal aturan atau hukuman yang Anda berikan. Anda adalah orangtuanya dan punya kewajiban untuk mendidik dengan benar. Bila Anda tidak tegas, anak tidak akan menganggap serius kata-kata Anda. Kelak bila anak Anda beranjak dewasa, Anda akan bisa berdiskusi soal alasan mengapa Anda memberlakukan suatu aturan.

Menyalahkan

Membuat anak merasa bersalah dan bertanggungjawab sepenuhnya atas apa yang terjadi bukanlah pendidikan yang baik. Anda misalnya tidak perlu berkata, “Bapak sudah bekerja keras sampai larut malam, tapi kamu disuruh belajar saja tidak mau.”

Bila Anda membuat anak seolah merasa bertanggungjawab atas kehidupan atau hal-hal buruk yang menimpa, Anda bukanlah seorang ayah melainkan pengeluh. Ajarkan anak untuk ikut bertanggungjawab tanpa harus membebani mereka dengan rasa bersalah.

Satu arah

Ini memang bagian yang sulit kita lakukan karena kita sering menganggap anak kita tidak bisa diajak berdialog. Padahal menegur atau memarahi satu arah tidak membuat anak belajar, namun jadi didikte.

 Pendekatan yang lebih baik adalah melakukan dialog untuk mencari sebab mengapa anak melakukan tindakan yang tidak benar. Menanyakan alasan mengapa anak tidak mengerjakan pekerjaan rumah akan menghasilkan tindakan yang benar untuk memperbaikinya daripada hanya sekedar menyuruh. 

Membandingkan dengan orang lain

Ini juga hal yang banyak dilakukan orangtua saat mendidik anaknya. Kata-kata seperti, “Teman kamu rajin dan nurut, mengapa kamu bandel,” justru memunculkan penolakan dan kebencian, bukannya membuat anak tergugah.

Kita harus menyadari bahwa setiap anak itu istimewa dan memiliki kelebihan masing-masing. Sehingga membandingkan dengan orang lain bukan cara yang tepat.

Dengan menyadari kesalahan-kesalahan di atas, kita sekaligus mendidik anak untuk berperilaku lebih baik dan bertanggungjawab. Kita juga bisa menjadi ayah yang sebenarnya bagi anak-anak kita, ayah yang menjadi teladan dan dicintai anak-anaknya.

Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved