Breaking News:

Kekerasan Melibatkan Kelompok Pemuda Kian Marak, Polresta Tengarai Karena Kurang Kasih Sayang Ortu

Semuanya dimulai dari keluarga, dan masyarakat sekitar. Anak-anak ini tidak mendapat perhatian yang cukup dari keluarga.

Facebook
Ilustrasi perkelahian 

Sumena menambahkan, bahwa dalam kasus-kasus latar belakang para pelaku ini ialah remaja putus sekolah dan ada yang masih mengenyam pendidikan diantaranya yakni HW putus sekolah.

HW Mereka ini memiliki berbagai macam persoalan keluarga (Broken Home).

"Jadi mereka ini Broken home. Sehingga mencari rutinitas di luar lingkungan keluarga. Sayangnya, mereka 'salah jalan'. Mereka melampiaskan itu ke kenakalan remaja. Kami cukup prihatin," ucap Sumena kepada Tribun Bali.

Yang terakhir, kasus Pulau Buton sendiri, dijelaskan Sumena, mereka melakukan penusukan ini pada 13 Juni 2017 sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, yakni di depan toko Wira Bhakti Jalan Pulau Buton.

Mereka melakukan penusukan terhadap dua orang yakni Boby Ola Ore (25) warga Jalan Tukad Banyu Poh dan Hendrik Hoke Radja (26) warga Jalan Pulau Moyo Denpasar Bali.

"Rata-rata masalah karena orang tua bercerai, terus ada yang tinggal dengan neneknya. Tapi, tidak mendapat perhatian. Akhirnya di luar mereka keluar mencari perhatian," ungkapnya.

"Ada pula yang selalu bertengkar dengan ibunya, karena meminta uang terus dan disuruh bekerja. Padahal mereka harus belajar. Masalah-malasah inilah yang membuat mereka akhirnya mengalami kenakalan yang terbilang kelewatan di umurnya yang masih belia itu," Sumena menambahkan. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved