Breaking News:

Novel Baswedan Ungkap Ada Jenderal Polisi yang Terlibat Penyiraman Air Keras ke Wajahnya!

Polri: keterangan Novel yang tidak tertuang dalam BAP tidak akan ada manfaatnya secara hukum

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Penyidik KPK Novel Baswedan membeberkan adanya informasi dugaan keterlibatan jenderal Polri dalam kasus penyerangan air keras yang menimpanya.

Hal itu disampaikan Novel kepada majalah Time yang mewawancarainya di Singapore General Hospital, Singapura, 10 Juni 2017.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku belum membaca berita majalah Time tersebut.

Namun, menurut Setyo, seharusnya Novel menyampaikan informasi tersebut kepada penyidik Polri dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) agar bernilai secara hukum.

Dengan begitu diharapkan bisa membantu kepolisian dalam pengungkapan pelaku penyerangan Novel sebenarnya.

"Jadi begini, Novel itu kalau ada informasi, tolong dituangkan di dalam BAP, diceritakan di dalam BAP," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, keterangan Novel yang tidak tertuang dalam BAP tidak akan ada manfaatnya secara hukum.

"Karena jika tidak, percuma saja, tidak ada nilainya di mata hukum. Tidak pro justicia," ujarnya.

Sebelumnya, Majalah Time memberitakan tentang hasil wawanvaranya dengan Novel Baswedan di Singapore General Hospital, Singapura, pada 10 Juni 2017.

Novel mengaku heran Polri belum bisa menemukan pelaku dan aktor di balik serangan air keras yang menimpanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Novel mengatakan, telah mendapat informasi akurat dari seseorang tentang jenderal polisi yang terlibat.

Saat itu, awalnya ia menyebut atau menilai informasi tersebut salah.

Tapi, setelah kasus ini berjalan dua bulan dan belum terselesaikan, Novel menilai informasi tersebut ada benarnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved