Tak Kunjung Dapat Giliran Operasi di RSUP Sanglah, Pasien Tumor Ganas Ini Harus Kos di Sanur

Komang Sunarta (21) warga Banjar Dinas Cegeng, Desa Kertabhuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali mengalami tumor ganas di bagian kepalanya.

Tak Kunjung Dapat Giliran Operasi di RSUP Sanglah, Pasien Tumor Ganas Ini Harus Kos di Sanur
istimewa
Komang Sunarta terlihat terbaring lemas di kamar pesakitan.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Saiful Rohim

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Komang Sunarta (21) warga Banjar Dinas Cegeng, Desa Kertabhuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali mengalami tumor ganas di bagian kepalanya.

Anak ketiga pasangan I Nyoman Kantun dan Ni Nyoman Klemong setiap malam mengeluhkan sakit serta menangis terus.

Selasa (13/6) kemarin, keluarga Komang Sunarta skaligus Klian Banjar Dinas Cegeng, Ketut Sulendra mengatakan, sakit yang diderita Sunarta cukup lama dan baru diketahui tiga bulan lalu.

Penyakit ini bermula dari benjolan kecil yang tumbuh di kepalanya. Semakin hari benjolan  tersebut membesar.

“Karena sakit, benjolan tersebut diperiksakn. Dokter mengatakan jika benjolan tersebut tak ada masalah. Tapi Sunarta terus mengeluh kesakitan bagian kepala. Sunarta tak kuat menahannya,” terang I Ketut Sulendra.

Keluarga lantas merujuk Sunarta ke Rumah Sakit (RS) Klungkung.  Setelah kepala di-scan oleh petugas, hasilnya, tulang kepala Sunarta dinyatakan rapuh. Karena khawatir pihak keluarga merujuknya ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Pada 26 Mei Sunarta dirawat di ruang InstalasiGawat Darurat (IGD) RS Sanglah.

“Dokter memvonis tumor ganas, dan dihimbau untuk operasi. Itu keputusan dokter saraf dan tulang RS Sanglah. Seekarang rawat jalan, serta menunggu jadwal operasi dari RS Sanglah,”tambah I Ketut Sulendra.

Nyelem sapaan I Ketut Sulendra menambahkan, untuk penyembuhan sakitnya hanya dengan cara operasi. Tumornya diangkat, dan tulang yang rapuh diganti dengan miniplat craniotomy, tebalnya sekitar 1.5 centimeter.

Keluarga Sunarta menyatakan bersedia, dan menunggu jadwal operasinya.

Namun, Kata Nyelem, hingga kini belum ada kejelasan dari RS Sanglah terkait jadwal operasi.

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertabhuana mengaku, sudah dua kali menanyakan ke Humas RSUP Sanglah. Namun, sampai hari ini belum ada kepastian, dan diminta untuk terus bersabar menunggu.

“Sekarang pihak keluarga kos di Sanur, Denpasar untuk kesembuhan Sunarta. Setiap hari mereka membawa anak periksa ke RS Sanglah. Pihak keluarga juga menunggu jadwal operasi Sunarta,” kata I Ketut Nyelem. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved