MISTIS! Pria di Inggris yang Bisa Melayang Ternyata Dibantu Mahkluk Gaib

Mula-mula kami mendengar jendela sebelah dibuka. Sesaat kemudian ia sudah ada di luar jendela ruangan kami.

wikipedia
Praktisi yoga mempraktikkan kemampuan melayang tanpa bantuan alat 

Ia pun lebih suka keadaan terang benderang daripada remang-remang.

Meskipun di masa tuanya Home bisa melayang atas kemauannya sendiri, ada kalanya ia melayang secara tak disengaja.

Misalnya ia nampak betul-betul terkejut ketika suatu kali tuan rumah memberi tahu bahwa ia sedang melayang di atas bantalan kursinya.

Home sendiri menggambarkan pengalaman melayangnya  begini, "Aku tak merasa ada yang menyangga, dan sejak pertama kali melakukannya aku tidak pernah merasa takut; meskipun kalau sampai jatuh dari langit-langit ruangan tempat aku melayang-layang itu, aku pasti akan cedera berat. Biasanya, aku melayang tegak lurus; tanganku sering kali menjadi kaku; dan terjulur ke atas seakan sedang menjangkau sesuatu yang tak kelihatan."

Memang sampai akhir hidupnya Home bersiteguh, semua yang dilakukannya melulu atas bantuan roh-roh halus.

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1993)

Lahir di Skotlandia, Home yang bertubuh kecil ini dan dibesarkan di Amerika ini seorang medium atau dukun.

Kariernya sebagai medium dimulai saat berumur 13 tahun, tapi kemampuannya untuk melayang atau menerbangkan benda-benda didapatnya setelah berusia 19 tahun.

Namanya pun semakin berkibar setelah peristiwa mencengangkan di Ashley House itu.

Ward Chenney, seorang pedagang sutera, mengadakan ritus di rumahnya di Connecticut bulan Agustus 1852.

Saat itu Home diundang untuk membuktikan kemampuan spiritualnya - misalnya memutar meja, membuat terompet melayang, dan menimbulkan sinar-sinar aneh.

Di tengah-tengah pertunjukannya terjadi sesuatu yang mengagetkan seisi ruangan itu, termasuk Home sendiri.

Tiba-tiba Home naik dan melayang-layang di udara, hampir-hampir kepalanya menyundul langit-langit.

Di antara para pengunjung terdapat seorang penulis, F.L. Burr, dari Hartford Times. la sungguh terkesan dengan peristiwa yang terjadi tiba-tiba ini: “... Tiba-tiba Home melayang ke udara. Saat kakinya sudah berada 30 cm di atas lantai, saya berhasil memegang satu tangan dan kakinya.

“Saya merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat, karena gembira sekaligus ngeri. Saking gugupnya ia tak mampu mengucapkan kata-katanya dengan jelas. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved